Connect with us

Kabar Batu

Pajak Retribusi Perizinan Kota Batu Capai 70 Persen

Diterbitkan

||

Kantor Balai Among Tani Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Pajak retribusi perizinan Kota Batu sudah 70 persen. Duit yang masuk kas daerah sejumlah Rp 713 juta. Akhir tahun 2020, target capaiannya adalah Rp 1 miliar.

“Kami optimis untuk mencapai target hingga akhir Desember nanti. Yang mendominasi saat ini adalah retribusi perizinan bangunan. Yakni Izin Mendirikan Bangunan,” terang Kabid Perizinan DPMPTSP-TK Kota Batu, Tauchid Bhaswara Kawasa, Selasa (6/10).

Dia merinci, capaian target pajak IMB Rp 684 juta. Ini duit yang dihimpun hingga September 2020. Target dari IMB saja sebesar Rp 927 juta.

Urutan kedua pendapatan daerah ditempati retribusi pelayanan pemakaman. Jumlah uang yang telah dikumpulkan sebesar Rp 23 juta. Lalu, urutan ketiga bersumber dari trayek pribadi.

Totalnya sebesar Rp 3,6 juta. Sementara, trayek usaha atau badan sekitar Rp 892 ribu.

Baca juga : Tak Miliki IMB Tapi Sudah Bayar Pajak

“Alasan pajak IMB mendominasi karena izin ini terus diperbarui. Tidak hanya membangun gedung baru. Namun memperlebar atau menambah fasilitas usaha pun juga termasuk. Apalagi Kota Batu sedang berkembang cukup pesat saat ini,” paparnya.

Target retribusi perizinan sebelumnya adalah Rp 2,8 miliar. Tapi,pandemi covid-19 menyerang sektor perekonomian di Kota Batu. Target pendapatan diturunkan menjadi Rp 1 miliar.

Dia mengungkapkan, penarikan tarif retribusi IMB berpedoman pada perda. Yaitu, Perwali Kota Batu nomor 9 tahun 2011. Peraturan ini tentang pajak perizinan tertentu.

Besaran retribusi IMB disesuaikan dengan beberapa faktor. Misalnya, luas dan tinggi bangunan, serta sarana penunjang lainnya.

Baca juga : Pandemi, Pajak Retribusi Pasar Dipangkas 20 Persen.

Dia juga menambahkan akan terus memacu perolehan pajak perizinan. Agar akhir tahun bisa direalisasikan mencapai target. Terutama kepada masyarakat yang belum mengurus IMB.

Hal ini dikarenakan IMB sangat esensial. IMB merupakan syarat administrasi dan teknis untuk mendirikan bangunan. (arl/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Batu

Amdal Pasar Besar Batu Disosialisasikan

Diterbitkan

||

Suasana Sosialisasi Amdal Pembangunan Pasar Besar Batu (foto : Arul)

KABARMALANG.COM Pemkot Batu optimis membangun Pasar Besar Batu tahun 2021. Meskipun, DPRD sudah mendesak adanya DIPA. Yaitu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran dari kementerian terkait.

Optimisme ini dibuktikan Selasa (20/10). Pengembang sosialisasi Amdal kepada warga sekitar areal pasar.

Sosialisasi digelar di Balai Desa Oro-oro Ombo.

“Ini pembangunan besar, tentu membutuhkan amdal. Kami menampung aspirasi masyarakat. Agar nantinya bisa meminimalisir impact dari prosesnya,” ungkap Penanggung jawab PT Alam Lestari Konsultan, Edi Wiyono pada Rabu siang (21/10).

Ketua Tim Penyusun Amdal mengklaim telah menampung masukan masyarakat. Terutama, warga terdampak. Baik dari sisi limbah, getaran, dan kebisingan pembangunan.

Dia akan mengantisipasi limbah Caranya, membangun TPS serta Ipal Komunal untuk limbah cair.

Sedangkan, kebisingan getaran disiasati dengan shift. Pekerjaan konstruksi dilakukan siang hari.

Malam hari, hanya pengerjaan tanpa kebisingan.

“Ini yang menjadi kajian dalam dokumen amdal. Kemudian bisa dirumuskan rencana pengelolaan dan pemanfaatannya,” ujar Edi.

Dia menekankan, masukan masyarakat akan diteruskan ke konsultan DED. Agar diakomodir dalam rancangan bangunan pasar.

Kabid Cipta Karya DPKPP Kota Batu, Mochammad Noor sepakat. Amdal diintegrasikan dengan DED pembangunan Pasar Besar Kota Batu.

Bagaimanapun bentuk DED yang disusun, kajian amdal ini melekat.

“Jadi akan segera dipercepat seluruh prosesnya. Karena permintaan dari Kementerian PUPR. Agar bisa segera direalisasikan. Kajian amdal akan dimintakan persetujuan Wali Kota Batu,” tukasnya. (arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

PKH Batu Cair, 3498 KK Terima Bantuan

Diterbitkan

||

Suasana penyerahan bantuan beras pada keluarga PKH Batu. (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Program Keluarga Harapan Kota Batu akhirnya cair. Penerima PKH sejumlah 3.498 KK pun kembali bernafas lega.

Pasalnya, bantuan pemerintah pusat berupa 15 kilogram sembako. Bantuan ini dinilai penting bagi warga di tengah pandemi.

“Programnya tiga bulan dan ini yang terakhir. Agustus dan September kemarin juga sudah disalurkan,” ungkap Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso, Rabu siang (21/10).

Dia menambahkan, bantuan PKH disalurkan dua hari terakhir. Pendistribusian dilakukan dengan kerja sama Bulog.

Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan melakukan pendataan. Data ini, diserahkan kepada Bulog.

Penyaluran beras hari ini dilakukan di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Batu.

“Yakni, Songgokerto, Sisir, dan Sidomulyo. Ini untuk Batu. Kalau Kecamatan Bumiaji keseluruhan, 9 kelurahan semua,” katanya.

Dia juga berharap bantuan ini membantu daya beli masyarakat. Serta, menekan angka kemiskinan di Kota Batu.

“Jadi masyarakat tinggal memikirkan untuk membeli lauknya saja,” tutup Punjul.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Kampung Bulukerto, Suguhkan Kopi Rasa Apel

Diterbitkan

||

Foto : Wisatawan Kunjungi Wisata Edukasi Kopi di Bulukerto (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COMKota Batu terkenal dengan wisata buatan. Tapi, wisata edukasi kopi menjadi alternatif baru.

Wisata edukasi ini memperkenalkan produk kopi olahan Kota Batu. Lokasi wisatanya ada di Dusun Buludendeng Desa Bulukerto Bumiaji.

Ciri khas kopinya adalah memiliki rasa apel dalam seduhannya.

“Awalnya kami ragu untuk membuat inovasi ini. Namun ketika dicoba, ternyata responnya diluar dugaan kami,” beber Oktavian Dwi Suhermanto, penggerak Kampung Kopi Bulukerto, ketika ditemui di Kampung Kopi Aroma Apel Rabu siang (21/10).

Dia mengungkapkan kopi ini tak hanya beraroma apel. Produk yang dinamai kopi Siman tersebut punya aftertaste apel.

Kepada Kabarmalang.com, Herman membeberkan rahasianya. Kopi arabika punya sifat khusus. Dia selalu menyerap aroma dilingkungan sekitarnya.

Dia sengaja menanam di bawah pohon apel. Sehingga setiap kopi yang dipanen beraroma segar buah apel.

“Kalau harga, kita mematok dengan harga normal. Rp 10 ribu untuk 100 gram kopi bubuk. Rp 40 ribu untuk 200 gramnya,” bebernya.

Sedangkan, green bean dipatok Rp 350 ribu per 5 kilogram.

Herman menjelaskan, kopi apel ditanam di lahan 10 hektar. Perkebunan dikelola Kelompok Tani Sri Makmur.

Dalam setahun, petani memanen 600 kilogram. “Alhamdulillah bisa maju sepesat ini. Varian aroma buah lain sedang kami trial,” tutupnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com