Connect with us

Edukasi

Mahasiswa UMM Ciptakan Aplikasi Koreksi Ejaan

Diterbitkan

||

Nuryasin, Mahasiswa UMM bersama aplikasi Binar. (foto : fat)

 

KABARMALANG.COM – Mahasiswa UMM menciptakan aplikasi koreksi ejaan dan tata bahasa. Aplikasi tersebut bernama Binar. Ini akronim dari Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar.

Penciptanya bernama Mohammad Nuryasin. Dia mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Aplikasi itu dikerjakan bersama sesama mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang.

“Dalam ranah pendidikan, masih sering ditemui kesalahan EYD. Yaitu Ejaan Yang Disempurnakan,” ujar Nuryasin, Senin (5/10) di UMM. Selain itu, kesalahan ejaan masih sering terjadi di ranah lainnya.

Seperti instansi pemerintahan,  organisasi masyarakat, bahkan tugas harian mahasiswa. Menurutnya, kesalahan ejaan bisa berbahaya bagi eksistensi bahasa Indonesia. Dari sejumlah penelitian, kesalahan penggunaan bahasa Indonesia menyebabkan degradasi.

Karenanya, diperlukan aplikasi yang memudahkan perbaikan ejaan dan tata bahasa. Sasarannya, instansi pemerintahan yang sering surat-menyurat. Termasuk, temannya di UMM yang menulis karya ilmiah.

Termasuk masyarakat secara umum. Sejauh ini ada website untuk memeriksa tata bahasa Indonesia. Tetapi, website tersebut hanya terbatas pada ejaan saja,” sambung Nuryasin.

Aplikasinya diklaim bisa meminimalkan kesalahan penulisan kata dan ejaan. Serta, memudahkan pemakainya  mengoreksi ejaan yang belum tepat.

Aplikasi ini didaftarkan sebagai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Nuryasin mendaftarkannya ke Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbud RI.(fat/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Pengabdian Masyarakat, Bagikan Paket Bibit Pangan

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Kelompok PMM 2 Gelombang 5 UMM menggelar bakti sosial. Pengabdian masyarakat, dihelat di Mertojoyo sekitarnya, Minggu (06/09).

Bakti sosial berupa 50 paket bibit sawi. Beserta, polybag dan pupuk organiknya.

Kelompok pengabdian masyarakat ini terdiri dari lima orang.

Yaitu, R Mohamad Javier, Fladinish Shinta, Dessy Aurellia, dan Fadhil Ihsan. Sementara, ketuanya adalah Safrina Citra.

Safrina mengungkapkan bakti sosial bertujuan membantu sebagian masyarakat. Utamanya warga di daerah Mertojoyo yang terdampak pandemi Covid 19.

Bantuan paket bahan pangan diharap bermanfaat membantu masyarakat. “Alhamdulillah kami masih bisa berkontribusi. Juga, membantu masyarakat lain yang lebih membutuhkan,” tambahnya.

“Ini hasil produksi sayuran paguyuban kami sendiri. Sekaligus mengasah kepedulian kami terhadap sesama,”katanya.

Kelompok PMM 2 Gelombang 5 UMM

Lembaga Usaha Pangan Masyarakat Mertojoyo mengapresiasi donasi sawi ini. Karena, bibit sawi ini bermanfaat untuk kualitas pangan mereka.

RW setempat di Jalan Mertojoyo Barat 17 juga mengapresiasi. Termasuk, Ketua RT di lingkungan itu.

Masyarakat mengapresiasi bakti sosial ini. Bantuan bibit pangan jarang ada di kawasan itu. PMM 2 dinilai vital dalam membantu produksi bahan pangan.

Masyarakat bakal terus berproduksi. Serta, bahu membahu memupuk rasa peduli sesama. Juga, saling menguatkan.

Pandemi Covid-19 bukan hanya mengancam keselamatan jiwa masyarakat. Namun juga mengancam ketahanan pangan masyarakat.

Penghasilan masyarakat di sektor informal tidak hanya turun. Namun besar peluang tidak berpenghasilan sama sekali.

Masyarakat saat menerima bibit sawi dalam polybag

Masyarakat berharap sektor pertanian dan pangan tidak berhenti berproduksi. Sektor pertanian diharapkan menjadi leading sector.

Terutama, saat sektor lainnya lumpuh akibat pandemi. Peran dan kepedulian masyarakat sangat strategis mendukung ketahanan pangan.

Warga Mertojoyo mendukung pemenuhan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Warga berharap pemerintah merespon baik situasi ini. Agar, para petani terus memproduksi bahan pangan.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Ubah Limbah Cangkang Udang Jadi Pembasmi Jamur

Diterbitkan

||

Tim mahasiswi peneliti dari Jurusan Biologi Unisma. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Tim mahasiswa Biologi Unisma mengubah limbah menjadi pembasmi jamur. Mereka memakai cangkang udang untuk membasmi jamur Genoderma sp.

Jamur ini acapkali meresahkan petani sawit. Mereka pun lolos Lomba Riset Kelapa Sawit tingkat mahasiswa.

Penyelenggara lombanya, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Tim tersebut terdiri dari empat mahasiswi. Yaitu, Immega Adelia Nurdin. Yulan Hardias Putri. Della Nur Hayati dan Tri Widyaningsih.

Tim itu dibimbing dosen jurusan Biologi Fakultas MIPA. Yaitu, Dr. Nurul Jadid Mubarakati, S.Si., M.Si.

Cangkang udang ini, disulap menjadi kapsul nanokitin. Karya ini diyakini bisa mengatasi jamur Ganoderma sp. Jamur itu adalah hama kelapa sawit.

“Cangkang udang mengandung kitin. Fungsinya adalah antifungi dan antibakteri. Sehingga berpeluang menjadi inovasi pembasmi jamur Ganoderna kelapa sawit,” kata Mega.

Kapsul tersebut terbuat dari bahan alami dan ramah lingkungan. Harganya juga cukup terjangkau. Karena merupakan hasil limbah cangkang udang.

Mega mengharapkan kapsul nanokitin ini sukses. Serta, menjadi pengendali jamur Ganoderma pada perkebunan kelapa sawit.

Dia juga berharap kapsul kitin dapat dikembangkan lagi.

“Fokus kami saat ini hanya untuk membasmi Ganoderma. Untuk hama yang lain diperlukan penelitian lebih lanjut,” katanya.

“Kami harap penelitian kami ini membuka peluang peneliti lain. Untuk melanjutkan apa yang nantinya kami hasilkan,” tutur Mega.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Kampung Dolanan Panawidjen Melawan Candu Gawai

Diterbitkan

||

Anak-anak saat bermain di Kampung Ponowidjen. (Foto : Carep-05)

KABARMALANG.COM – Masyarakat Polowijen mencetuskan Kampung Dolanan dari keprihatinan. Anak-anak banyak kecanduan gawai.

Kampung ini dibuat untuk mengenalkan permainan tradisional kepada anak.

“Anak-anak jangan sampai lupa dengan permainan tradisional. Supaya, tidak semuanya lari ke gadget, game dan sebagainya,” ujar Ki Demang, Ketua Kampung Tematik se-Kota Malang, Kamis (29/10).

Saadah, pembina Kampung Dolanan mengamininya. Kampung tematik dicetuskan karena anak sekarang terlalu kecanduan gadget.

“Ini adalah bagian dari pengembangan pendidikan budi pekerti. Wajib dilestarikan,” ujarnya.

Meskipun gadget penting. Namun, menurutnya penggunaan gawai tidak boleh berlebihan.

Kampung Panawidjen terletak Polowijen. Tepatnya Jalan Polowijen II Gang Sumur Windu, Blimbing.

Kampung ini menerapkan protokol kesehatan. Saat dolanan, pawonan, serta njajan tradisional, pengunjung wajib bermasker.

Permainan tradisional di sana antara lain egrang batok. Lalu, sentrengan (lompat tali), serta lempar kaleng.

Permainan tradisional kampung tematik ini tidak sekadar memperkenalkan alatnya. Namun, menanamkan nilai serta karakter dari permainan itu sendiri.

Di situ, ada pembentukan karakter kepribadian. Termasuk peningkatan pola pikir dan sikap Semuanya ditanamkan melalui permainan tradisional.

Kampung ini juga membuka lapak makanan dan minuman tradisional. Pawonan diharap menginspirasi anak untuk belajar memasak.

Kampung Ponowidjen merupakan 15 rangkaian kampung tematik se-Kota Malang.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com