Connect with us

Edukasi

Ponpes Kombinasikan Belajar Daring-Luring, Santri Gantian Berangkat Sekolah

Diterbitkan

||

Penerapan protokol kesehatan di Pondok Pesantren. (Foto: Istimewa).

 

KABARMALANG.COM – Kebijakan proses belajar mengajar sekolah di tengah pandemi Covid-19 masih simpang siur. Beberapa sekolah ada yang sudah menerapkan belajar luring. Namun, masih ada juga yang total belajar daring.

Saat sekolah formal bingung memilih, pondok pesantren sudah tancap gas. Sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Malang mengkombinasikan metode. Yakni, menjalankan daring dan luring secara bersamaan.

Satu di antaranya, Ponpes Babussalam, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran. Di situ, ada siswa luar alias tidak mukim di ponpes. Mereka disarankan mengikuti proses belajar mengajar secara daring.

Sedangkan siswa yang mukim tetap belajar secara tatap muka (luring). “Namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni menggunakan masker dan menjaga jarak,” terang Sekretaris Pengurus Pondok Pesantren Babussalam, Sofiyulloh, Minggu (4/10).

Ponpes ini juga menerapkan aturan khusus berangkat sekolah. Santri tidak diperbolehkan berangkat bersamaan. “10 orang berangkat pukul 07.00. 15 menit kemudian disusul 10 orang lagi, begitu seterusnya,” beber Sofi.

Ponpes Syarif Hidayatullah, Kepanjen juga menerapkan pembelajaran kombinasi luring-daring. “Kami punya siswa kampung. Yaitu, siswa yang berasal dari sekitar pondok pesantren. Mereka disarankan untuk daring. Kalau siswa yang mukim tetap tatap muka luring,” tutur Ketua Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah, Muhammad Khozin. (haq/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Pengabdian Masyarakat, Bagikan Paket Bibit Pangan

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Kelompok PMM 2 Gelombang 5 UMM menggelar bakti sosial. Pengabdian masyarakat, dihelat di Mertojoyo sekitarnya, Minggu (06/09).

Bakti sosial berupa 50 paket bibit sawi. Beserta, polybag dan pupuk organiknya.

Kelompok pengabdian masyarakat ini terdiri dari lima orang.

Yaitu, R Mohamad Javier, Fladinish Shinta, Dessy Aurellia, dan Fadhil Ihsan. Sementara, ketuanya adalah Safrina Citra.

Safrina mengungkapkan bakti sosial bertujuan membantu sebagian masyarakat. Utamanya warga di daerah Mertojoyo yang terdampak pandemi Covid 19.

Bantuan paket bahan pangan diharap bermanfaat membantu masyarakat. “Alhamdulillah kami masih bisa berkontribusi. Juga, membantu masyarakat lain yang lebih membutuhkan,” tambahnya.

“Ini hasil produksi sayuran paguyuban kami sendiri. Sekaligus mengasah kepedulian kami terhadap sesama,”katanya.

Kelompok PMM 2 Gelombang 5 UMM

Lembaga Usaha Pangan Masyarakat Mertojoyo mengapresiasi donasi sawi ini. Karena, bibit sawi ini bermanfaat untuk kualitas pangan mereka.

RW setempat di Jalan Mertojoyo Barat 17 juga mengapresiasi. Termasuk, Ketua RT di lingkungan itu.

Masyarakat mengapresiasi bakti sosial ini. Bantuan bibit pangan jarang ada di kawasan itu. PMM 2 dinilai vital dalam membantu produksi bahan pangan.

Masyarakat bakal terus berproduksi. Serta, bahu membahu memupuk rasa peduli sesama. Juga, saling menguatkan.

Pandemi Covid-19 bukan hanya mengancam keselamatan jiwa masyarakat. Namun juga mengancam ketahanan pangan masyarakat.

Penghasilan masyarakat di sektor informal tidak hanya turun. Namun besar peluang tidak berpenghasilan sama sekali.

Masyarakat saat menerima bibit sawi dalam polybag

Masyarakat berharap sektor pertanian dan pangan tidak berhenti berproduksi. Sektor pertanian diharapkan menjadi leading sector.

Terutama, saat sektor lainnya lumpuh akibat pandemi. Peran dan kepedulian masyarakat sangat strategis mendukung ketahanan pangan.

Warga Mertojoyo mendukung pemenuhan bahan kebutuhan pokok masyarakat.

Warga berharap pemerintah merespon baik situasi ini. Agar, para petani terus memproduksi bahan pangan.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Ubah Limbah Cangkang Udang Jadi Pembasmi Jamur

Diterbitkan

||

Tim mahasiswi peneliti dari Jurusan Biologi Unisma. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Tim mahasiswa Biologi Unisma mengubah limbah menjadi pembasmi jamur. Mereka memakai cangkang udang untuk membasmi jamur Genoderma sp.

Jamur ini acapkali meresahkan petani sawit. Mereka pun lolos Lomba Riset Kelapa Sawit tingkat mahasiswa.

Penyelenggara lombanya, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Tim tersebut terdiri dari empat mahasiswi. Yaitu, Immega Adelia Nurdin. Yulan Hardias Putri. Della Nur Hayati dan Tri Widyaningsih.

Tim itu dibimbing dosen jurusan Biologi Fakultas MIPA. Yaitu, Dr. Nurul Jadid Mubarakati, S.Si., M.Si.

Cangkang udang ini, disulap menjadi kapsul nanokitin. Karya ini diyakini bisa mengatasi jamur Ganoderma sp. Jamur itu adalah hama kelapa sawit.

“Cangkang udang mengandung kitin. Fungsinya adalah antifungi dan antibakteri. Sehingga berpeluang menjadi inovasi pembasmi jamur Ganoderna kelapa sawit,” kata Mega.

Kapsul tersebut terbuat dari bahan alami dan ramah lingkungan. Harganya juga cukup terjangkau. Karena merupakan hasil limbah cangkang udang.

Mega mengharapkan kapsul nanokitin ini sukses. Serta, menjadi pengendali jamur Ganoderma pada perkebunan kelapa sawit.

Dia juga berharap kapsul kitin dapat dikembangkan lagi.

“Fokus kami saat ini hanya untuk membasmi Ganoderma. Untuk hama yang lain diperlukan penelitian lebih lanjut,” katanya.

“Kami harap penelitian kami ini membuka peluang peneliti lain. Untuk melanjutkan apa yang nantinya kami hasilkan,” tutur Mega.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Kampung Dolanan Panawidjen Melawan Candu Gawai

Diterbitkan

||

Anak-anak saat bermain di Kampung Ponowidjen. (Foto : Carep-05)

KABARMALANG.COM – Masyarakat Polowijen mencetuskan Kampung Dolanan dari keprihatinan. Anak-anak banyak kecanduan gawai.

Kampung ini dibuat untuk mengenalkan permainan tradisional kepada anak.

“Anak-anak jangan sampai lupa dengan permainan tradisional. Supaya, tidak semuanya lari ke gadget, game dan sebagainya,” ujar Ki Demang, Ketua Kampung Tematik se-Kota Malang, Kamis (29/10).

Saadah, pembina Kampung Dolanan mengamininya. Kampung tematik dicetuskan karena anak sekarang terlalu kecanduan gadget.

“Ini adalah bagian dari pengembangan pendidikan budi pekerti. Wajib dilestarikan,” ujarnya.

Meskipun gadget penting. Namun, menurutnya penggunaan gawai tidak boleh berlebihan.

Kampung Panawidjen terletak Polowijen. Tepatnya Jalan Polowijen II Gang Sumur Windu, Blimbing.

Kampung ini menerapkan protokol kesehatan. Saat dolanan, pawonan, serta njajan tradisional, pengunjung wajib bermasker.

Permainan tradisional di sana antara lain egrang batok. Lalu, sentrengan (lompat tali), serta lempar kaleng.

Permainan tradisional kampung tematik ini tidak sekadar memperkenalkan alatnya. Namun, menanamkan nilai serta karakter dari permainan itu sendiri.

Di situ, ada pembentukan karakter kepribadian. Termasuk peningkatan pola pikir dan sikap Semuanya ditanamkan melalui permainan tradisional.

Kampung ini juga membuka lapak makanan dan minuman tradisional. Pawonan diharap menginspirasi anak untuk belajar memasak.

Kampung Ponowidjen merupakan 15 rangkaian kampung tematik se-Kota Malang.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com