Connect with us

Edukasi

Ponpes Kombinasikan Belajar Daring-Luring, Santri Gantian Berangkat Sekolah

Published

on

WhatsApp Image 2020 10 04 at 17.36.06
Penerapan protokol kesehatan di Pondok Pesantren. (Foto: Istimewa).

 

KABARMALANG.COM – Kebijakan proses belajar mengajar sekolah di tengah pandemi Covid-19 masih simpang siur. Beberapa sekolah ada yang sudah menerapkan belajar luring. Namun, masih ada juga yang total belajar daring.

Saat sekolah formal bingung memilih, pondok pesantren sudah tancap gas. Sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Malang mengkombinasikan metode. Yakni, menjalankan daring dan luring secara bersamaan.

Satu di antaranya, Ponpes Babussalam, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran. Di situ, ada siswa luar alias tidak mukim di ponpes. Mereka disarankan mengikuti proses belajar mengajar secara daring.

Sedangkan siswa yang mukim tetap belajar secara tatap muka (luring). “Namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni menggunakan masker dan menjaga jarak,” terang Sekretaris Pengurus Pondok Pesantren Babussalam, Sofiyulloh, Minggu (4/10).

Ponpes ini juga menerapkan aturan khusus berangkat sekolah. Santri tidak diperbolehkan berangkat bersamaan. “10 orang berangkat pukul 07.00. 15 menit kemudian disusul 10 orang lagi, begitu seterusnya,” beber Sofi.

Ponpes Syarif Hidayatullah, Kepanjen juga menerapkan pembelajaran kombinasi luring-daring. “Kami punya siswa kampung. Yaitu, siswa yang berasal dari sekitar pondok pesantren. Mereka disarankan untuk daring. Kalau siswa yang mukim tetap tatap muka luring,” tutur Ketua Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah, Muhammad Khozin. (haq/yds)

Advertisement
Advertisement

Terpopuler