Connect with us

Wisata

Ramai Kabar Tsunami, Pengunjung Balekambang Menurun 50 Persen

Diterbitkan

,

Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Ramainya informasi terkait potensi tsunami di wilayah selatan pesisir Pulau Jawa, ternyata cukup berdampak bagi sejumlah kawasan wisata pantai di Malang Selatan.

Pantai Balekambang, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang salah satunya. Direktur Perumda Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan mengatakan bahwa sejak ramainya kabar itu, jumlah wisatawan yang datang ke salah satu ikon Kabupaten Malang itu menurun.

“Cukup berpengaruh. Dampak Covid-19 belum usai, kini sudah diterpa lagi dengan kabar potensi tsunami. Dan jelas dampaknya pada penurunan jumlah wisatawan yang datang,” ujarnya.

Jumlah penurunan itu menurut Wildan mencapai 50 persen selama pekan terakhir di bulan September ini, dari jumlah rata-rata sebanyak 300 wisatawan, kini menurun sampai 150 hingga 200 wisatawan.

“Itu kalau weekend ya. Dengam jumlah 200 di wisata pantai seluas ini, itu masih terlihat sangat sepi sekali,” imbuh Wildan.

Namun penurunan itu tidak membuatnya mengeluh. Wildan mengaku dirinya beserta staf yang mengelola Pantai Balekambang mematangkan kesiapan-kesiapan penanggulangan kebencanaan.

“Kita tetap berikhtiar dan kita tetap berusaha meyakinkan bahwa disini (Pantai Balekambang) baik-baik saja, cuaca aman dan laut tetap nyaman untuk dinikmati,” tegas Wildan.

Selain itu, beberapa kelengkapan juga telah disiapkan sebagai bentuk kesiapan pengelola Pantai Balekambang dalam menghadapi bencana.

“Kami sudah melengkapi persiapan sebagai bentuk siaga dalam menghadapi bencana. Rambu evakuasi, titik kumpul evakuasi juga sudah terpasang. Namun semoga tidak pantai Balekambang tidak terjadi apa-apa,” tutup Wildan. (haq/fir)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

KAI Daop 8 Surabaya Tambah Stasiun Pemeriksaan GeNose

Diterbitkan

,

KAI Daop 8 Surabaya Tambah Stasiun Pemeriksaan GeNose
Layanan Stasiun Kota Baru Malang ketambahan pemeriksaan GeNose. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – KAI Daop 8 Surabaya menambah 2 stasiun pemeriksaan GeNose. Sebelumnya, layanan ini hanya tersedia di Stasiun Surabaya Pasarturi.

Sekarang dua stasiun KAI Daop 8 Surabaya melayani GeNose. Yaitu Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Kota Baru Malang.

“Penambahan stasiun pemeriksaan GeNose C19 merupakan peningkatan pelayanan. Dalam rangka pemenuhan persyaratan perjalanan kereta api,” ujar Manajer Humas Daop 8 Luqman Arif, Sabtu (27/2).

Kabar Lainnya : Daop 8 Selidiki Gerbong Kotalama Jalan Sendiri.

GeNose di Gubeng tersedia mulai pukul 07.00 sampai 18.00. Sementara, Stasiun Kota Baru menyediakan GeNose sampai 16.00. Layanan ini berlaku setiap hari dengan biaya Rp 20.000.

Layanan GeNose C19 merupakan hasil sinergi BUMN. Yakni antara KAI dan Rajawali Nusantara Indonesia. Serta Universitas Gadjah Mada.

Ini karena pelanggan jarak jauh wajib negatif GeNose C19. Atau rapid test antigen atau RT-PCR.

Sampelnya maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan. Sementara, keberangkatan saat libur panjang maksimal 1 x 24 jam.

Balita di bawah lima tahun tidak wajib GeNose. Syarat pemeriksaan GeNose di stasiun adalah memiliki tiket. Atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas.

Calon penumpang juga pantang merokok, makan, dan minum. Ini untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19.

Saat pelaksanaan, calon penumpang harus meniup kantong hingga penuh. Kemudian, mengikuti arahan petugas atau petunjuk di lokasi pemeriksaan.

KAI memastikan pelanggan harus dalam kondisi sehat. Serta, memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah.

Layanan Genose C19 memang terjangkau bagi masyrakat. Tetapi, KAI Daop 8 Surabaya juga menyediakan tes antigen. Dengan harga Rp 105.000.

“Jadi pelanggan bisa memilih. Ingin menggunakan layanan rapid test antigen atau GeNose C19,” pungkas Luqman.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Wisata

Kampung Warna-Warni Kelabu Saat Pandemi, Kunjungan Masih Minim

Diterbitkan

,

Kampung Warna-Warni Kelabu Saat Pandemi, Kunjungan Masih Minim
Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kampung Wisata Warna-Warni Jodipan, Kota Malang, terdampak pandemi. Sampai awal 2021 wisatawan pengunjung masih minim.

Soni Parin, Ketua RW 02 Jodipan selaku Pengelola Kampung Wisata Warna-Warni Jodipan membenarkan. Pengunjung kampung wisata ini menurun.

“Kalau di sini situasi aman. Tetapi pengunjung ya sepi. Apalagi dengan adanya pandemi ini, suram sekali,” ujar Soni kepada wartawan, Selasa (16/2).

Baca Juga : Wali Kota Sutiaji Monitor Pengerjaan Jembatan Muharto.

Soni mengatakan penurunan pengunjung hingga 25 sampai 50 persen. Itu perbandingan dengan sebelum masa pandemi.

“Biasanya pengunjung 200-400 orang per hari. Sekarang 100 aja gak ada. Mentok itu sekitar 80 orang per hari,” terangnya.

Prokes covid-19 sudah berjalan di situ. Pengelola kampung juga tetap mengikuti anjuran pemerintah.

“Untuk prokes juga sudah seperti biasa. Kami lengkapi dengan cuci tangan, wajib bermasker, hand sanitizer. Ya sesuai anjuran pemerintah,” jelasnya.

Dia mengatakan, Kampung Warna-Warni mendapat sponsor perawatan fasilitas. Tetapi, mulai berkurang bantuannya sejak pandemi.

“Tetapi karena pandemi ini, perusahaan juga agak menurun. Hingga saat ini juga belum ada bantuan dari sana. Ya sekitar mulai Agustus sampai sekarang belum ada bantuan,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Hotel Di Kabupaten Malang Terpuruk, Setoran Pajak Baru 6 Persen

Diterbitkan

,

Hotel Di Kabupaten Malang Terpuruk, Setoran Pajak Baru 6 Persen
plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang, Made Arta Wedanthara. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Hotel di wilayah Kabupaten Malang tampaknya semakin terpuruk. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat juga tak membantu kebangkitan perhotelan.

Terbukti, laporan pajak hotel 2021 di Kabupaten Malang memble. Persentase hotel yang sudah setor pajak baru 6 persen.

“Ya, menurut aplikasi Sipanji sebesar 6 persen. Memang pengaruh pandemi covid-19 sangat signifikan sekali,” ungkap plt Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang, Made Arta Wedanthara, Selasa (16/2).

Baca Juga : Fokus Gaji Karyawan dan Operasional Hotel, PHRI Harapkan Bebas Pajak Dari Pemkot Batu.

Sehingga, pria berdarah Bali ini semakin rajin oprak-oprak. Dia mendorong pengusaha perhotelan agar taat pajak.

Serta, tetap tidak meninggalkan prokes selama masa pandemi. Agar pengusaha hotel tidak ngersulo, Bapenda Kabupaten Malang berkompromi.

Selama masa pandemi ini, pajak hotel cukup sesuai okupansi. “Misal jumlah penghasilan hotel 3 juta. Ya sudah 10 persennya setor buat pajak,” terang Made.

Pemkab Malang belum bisa memberikan subsidi bisnis wisata. Yakni, subsidi untuk hotel, restoran dan tempat hiburan. Sebab belum ada kebijakan pemerintah pusat yang mengatur itu.

“Kebijakan subsidi belum ada. Sehingga, kalau tidak ada pengunjung maka tidak setor pajak,” tambahnya.

Walau demikian, Made tetap mendorong perhotelan laporan pajak. Terutama, mendaftar di aplikasi Sipanji.

Karena, ini tak hanya berkaitan dengan pendapatan daerah. Tetapi juga rekomendasi KPK untuk OPD pengelola pendapatan daerah.

KPK memperhatikan penghasilan setiap daerah. Semua transaksi keluar masuk pajak harus secara online.

KPK juga meminta memperbanyak sistem cashless (tanpa uang tunai). Sehingga mengurangi dampak penyelewengan.

“Sampai sekarang kita (Bapenda) sudah memenuhi 107 bilik pajak,” pungkasnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com