Kabar Batu
Mandeg Tiga Tahun, Program Nomor Rumah Berbentuk Buah Jadi Tanda Tanya Besar

KABARMALANG.COM – Program Pemkot Batu tentang nomor rumah berbentuk buah yang berjalan di tahun 2014 lalu ternyata masih belum selesai hingga saat ini.
Dari data yang dihimpun, pada tahun 2014 program ini menargetkan 61.844 unit dengan anggaran sebesar Rp. 726 Juta dibagi tiga wilayah yakni Kecamatan Junrejo bentuk jeruk, Kecamatan Batu bentuk apel, dan Kecamatan Bumiaji bentuk stroberi.
“Tapi ini tidak semua. Di Desa Beji masih belum ada nomor rumah berbentuk buah dan beberapa warga bahkan sampai protes kemarin, karena beberapa ojol yang menjadi salah satu alat untuk bertransaksi dimasa pandemi sempat kebingungan mencari alamat,” terang Deny Cahyono Kades Beji pada Senin sore (21/09/2020).
Oleh sebab itu, pihaknya hingga saat ini hanya bisa menunggu program ini bisa kembali direalisasikan. Tak hanya itu saja, Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu juga belum mendapatkan nomor rumah berbentuk buah sama sekali.
“Didesa kami juga sama. Kami bahkan juga menanyakan kepada dinas terkait namun masih dijanjikan dan belum terealisasi sampai sekarang,” tutur Imam Wahyudi Kades Pesanggrahan kepada Kabarmalang.com.
Terpisah, Bangun Yulianto Sekretaris DPKPP (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertahan) Kota Batu membenarkan bahwa program nomor rumah berbentuk buah ini masih mandek sejak 2018 hingga saat ini. Ia menegaskan bahwa program tersebut akan kembali berlanjut di tahun 2021.
“Terakhir berhenti di tahun 2017. Kami belum tahu kenapa programnya berhenti karena saat itu belum saya tangani,” tuturnya.
Oleh sebab itu, kedepannya DPKPP Kota Batu akan kembali mendata rumah-rumah yang belum menerima nomor rumah berbentuk buah tersebut karena perkembangan Kota Batu tiap tahun berjalan cukup masif.
Diwawancarai secara berbeda, Siswanto mantan DPKPP Kota Batu menerangkan bahwa pada tahun 2017 mengaku telah mendapatkan anggaran sekitar Rp. 700 juta untuk program tersebut.
“Kata-kata selesai harus hati-hati, jangan sampai timbul masalah. Itu dianggarkan tiap tahun. Digilir sesuai kemampuan keuangan. Keuangannya setiap tahun turun ada berapa, untuk desa mana,” katanya.
“Sekarang saya tidak tahu, tapi kalau rumah belum semuanya, berarti perlu dilakukan lagi karena pada tahun 2016 lalu saya belum menjabat dan tahun 2017 mendapatkan anggaran sekitar Rp. 700 juta untuk program itu,” sambungnya. (arl/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi3 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan4 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar





































