Connect with us

Pemerintahan

Waspada Bahaya Laten Happy Hipoxia

Published

on

IMG 20200915 WA0033
Foto: Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif.

KABARMALANG.COM – Ketua Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif menjelaskan Happy Foxia merupakan kondisi penurunan kadar oksigen dalam darah.

Bahkan, tidak ada keluhan kesulitan bernafas sekalipun. Berbeda dengan pneumonia yang jelas menyerang dan mengganggu saluran pernafasan.

“Kondisi Happy Hipoxia sangat mematikan. Pasalnya, tidak ada keluhan apapun dari mereka yang terserang virus ini,” ujar Husnul, kepada kabarmalang.com, Selasa (15/9/2020).

Ia menuturkan bahwa ciri-ciri pasien tetap bisa beraktivitas seperti biasa. Sehat-sehat saja, tidak ada keluhan sama sekali jika mengalami kondisi Happy Hipoxia.

Namun secara mendadak kebutuhan oksigen ke dalam tubuhnya terhambat. Suplai oksigen ke dalam tubuh terhenti akibat paparan virus ini.

”Namanya saja Happy Hipoxia. Happy itu bahagia. Hipoxia itu kekurangan oksigen. Jadi, tubuhnya mendadak kekurangan pasokan oksigen saat tubuh sedang sehat-sehatnya. Beda dengan pneumonia itu jelas ada keluhan,” ujarnya.

Kendati demikian, hingga saat ini pihaknya belum pernah menjumpai gejala silent hypoxia ini di Kota Malang.

Meski begitu, masyarakat tetap diimbau waspada dengan hadirnya mutasi virus baru ini. Terlebih mobilitas warga Kota Malang terbilang sangat tinggi.

”Makanya kita semua harus tetap waspada karena kita belum 100 persen terbebas dari pandemi,” harap Husnul. (fat/rjs)

 

 

Advertisement

Terpopuler