Connect with us

Serba Serbi

Klenteng Eng An Kiong, Cagar Budaya yang Harus Dilestarikan

Diterbitkan

||

Iwan Handojo, Ketua Umum Klenteng Eng An Kiong

 

KABARMALANG.COM – Klenteng Eng An Kiong selain sebagai tempat peribadatan, juga telah diakui sebagai cagar budaya di Kota Malang, saat ini telah berusia 195 tahun. Saat ini klenteng tersebut sedang dalam proses renovasi, bentuk setelah direnovasi tidak akan ada perubahan.

“Renovasi yang kami lakukan, tetap mengacu kepada bentuk aslinya. Sesuai dengan kondisi Klenteng Eng An Kiong, sebagai salah satu cagar budaya yang wajib dijaga kelestariannya,” ujar Iwan Handojo, Ketua Umum Klenteng Eng An Kiong, Rabu (09/09/2020).

Iwan dalam sambutannya pada agenda silaturahmi Walikota Malang dengan umat beragama mengatakan, Klenteng Eng An Kiong mewadahi tiga agama, yakni Budha, Konghucu, dan Taoisme. Ketiga agama ini kami beri kedudukan, kesempatan beribadah dan kesempatan berkembang yang sama.

“Ketiga agama inipun mempunyai ruangan ibadah masing-masing. Telah kami bangunkan sebuah ruang pertemuan meeting yang dapat dipakai bersama ketiganya,” sambungnya.

Ruang ibadah Konghucu, lanjut Iwan, berada di sayap kiri bagian depan, saat ini sedang diperbaiki. Karena bangunan sudah sangat tua. Kurang lebih 195 tahun. Dan telah banyak kerusakan, terutama bagian atapnya.

“Ruang ibadah Budha di sayap kanan bagian depan, diikuti ruang ibadah Taoisme dibelakangnya. Saya sampaikan bahwa saat ini klenteng kami memang sedang mengadakan renovasi, hampir di seluruh bagian, hal ini disebabkan karena banyak bagian-bagian yang rusak, dan lapuk karena dimakan usia,” pungkasnya. (fat/fir)

Serba Serbi

Rayakan Harlantas ke 65, Polresta Malang Kota Bagikan Masker dan Sembako

Diterbitkan

||

Oleh

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata

 

KABARMALANG.COM – Polresta Malang Kota merayakan Hari lalu lintas Bhayangkara yang ke 65, dengan melakukan kegiatan pembagian masker dan sembako kepada masyarakat. Berlokasi di depan Gedung DPRD Kota Malang.

“Total selama satu bulan, khusus pada hari lalu lintas ini, ada lima puluh ribu masker. Esensinya, kita tidak hanya merayakan ulang tahun, tetapi esensinya memberikan edukasi kepada masyarakat untuk sama-sama tertib berlalu lintas di jalan,” ujar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Selasa (22/09/2020).

Kapolresta juga menyinggung terkait wacana penutupan akses jalan di akhir pekan. “Kita akan membahas dengan Forkopinda lainnya, untuk pembatasan kegiatan, karena kita masih di zona merah,” lanjut Leo, sapaan akrabnya.

Ada empat kota dan kabupaten yang zona merah, yakni Kota Pasuruan, Kota Banyuwangi, Kota Gresik dan Kota Malang.

“Ini yang melatar belakangi kita melaksanakan pembatasan. Sama seperti awal pelaksanaan daripada Physical Distancing, kita juga akan melakukan penyemprotan di jalan-jalan,” ucapnya.

Untuk nantinya di titik mana saja yang dilakukan pembatasan. Menurut Leo, sementara ini masih di survey. Kemungkinan di Jalan Ijen dan Jalan Veteran. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Danrem 083/Baladhika Jaya Pimpin Vicon Penanganan Covid-19

Diterbitkan

||

Oleh

Danrem 084/Bdj Kolonel Inf Irwan Subekti saat melaksanakan Video Confrence (Vicon)

 

KABARMALANG.COM — Danrem 084/Bdj Kolonel Inf Irwan Subekti melaksanakan Video Confrence (Vicon) bersama dengan para Dandim di jajarannya, Selasa (22/09/2020) di Ruang Data Korem 083/Baladhika Jaya.

Dalam Vicon tersebut, Danrem 083/Bdj menerima paparan singkat dari para Dandim di jajaran Korem 083/Bdj tentang operasi pendisiplinan Protokol kesehatan guna mewujudkan masyarakat produktif yang aman Covid-19 di Wilayah Korem 083/Bdj .

Danrem 083/Baladhika Jaya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan Protokol Kesehatan guna menciptakan kehidupan yang produktif dan aman dari Covid-19 serta terlaksananya pencegahan penyebaran wabah corona dan memberikan pemahaman tentang pentingnya penggunakan masker, mencuci tangan serta menjaga jarak (Social Phisical Distancing).

Kolonel Inf Irwan Subekti juga menegaskan, saat melaksanakan tugas penegakan displin, laksanakan dengan humanis tapi tegas karena hal ini dilakukan semata mata untuk melindungi masyarakat agar terhindar dari Pandemi Covid-19.

“Untuk penggunaan masker, masyarakat agar diberikan pemahaman bahwa penggunaan masker saat ini kita jadikan gaya hidup agar kita aman dari Covid-19,” ujarnya.

Dalam melaksanakan kegiatan pendisiplinan protokol kesehatan ini, para Dansat agar selalu berkoordinasi dengan semua unsur yang ada diwilayah dengan mengintegrasikan sumber daya yang ada di daerah.

“Tugas ini dapat dilaksanakan secara terpadu dan sinergi, sehingga didapat hasil yang optimal,” pungkasnya. (tik/fir)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

Peringati Hari Perdamaian Internasional, Duta Damai Jawa Timur Tampilkan Unsur Seni dan Budaya

Diterbitkan

||

Oleh

Penampilan Tari Gombyong dalam acara Hari Perdamaian Internasional, Millenial Festival For Peace

 

KABARMALANG.COM – Tanggal 21 September 2020, diperingati sebagai hari perdamaian internasional. Duta Damai Jawa Timur, mengadakan agenda untuk memperingati hari perdamaian tersebut dengan tajuk Millenial Festival For Peace, Peace For All. Dirayakan dengan penuh suka cita, pertunjukan seni dan budaya. Di gedung KNPI Kota Malang.

“Sebenarnya dari sisi seni budaya, kita kedatangan teman-teman dari Jong Maluku, tadi juga ada tari gambyong. Seninya nanti ada teater dan paduan suara, dengan background berbagai macam kesukuan, kita tunjukan bahwa Indonesia itu seperti ini,” ujar ketua pelaksana agenda Millenial Festival For Peace, Billy Setiadi, Senin (21/09/2020).

Billy mengatakan bahwa untuk memperingati hari perdamaian dunia, setiap tahun mereka selalu melaksanankan. Agenda kali ini sudah masuk tahun ke empat sejak 2017.

“Biasanya kita melakukan di ruang terbuka, karena ini situasi pandemi, tidak bisa mengumpulkan orang banyak. Kita adakan di ruang tertutup,” sambungnya.

Untuk acaranya, lanjut Billy, dilaksanakan secara luring maupun daring. Luring didatangi hanya beberapa orang, tidak untuk umum, hanya undangan saja. Daring disiarkan live streaming youtube dan instagram.

“Harapannya, sebenarnya kita menginformasikan tidak hanya ke Indonesia saja, tapi ke mata dunia, sesuai dengan tagline kita, damai itu Indonesia,” ucap pria berkacamata ini.

Alasannya menurut Billy, karena beberapa tahun lalu, isu toleransi dan terorisme, menimpa Jawa Timur, seperti kejadian pengeboman. Sehingga harapan Duta Damai Jawa Timu, kejadian-kejadian seperti itu tidak ada lagi, khususnya di Jawa Timur. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com