Connect with us

Kabar Batu

Penolakan Wahana Alaska Meruncing, Walhi Jatim Turun Tangan

Published

on

IMG 20200810 085633

KABARMALANG.COM – Perseteruan antara himpunan penduduk pengguna air (Hippam) dengan managemen Wahana Wisata Alaska (Alas Kasinan) setelah dilakukan mediasi hingga tiga kali hingga saat ini belum menemukan titik temu.

Hal tersebut membuat Walhi (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Jatim ikut andil dalam kasus tersebut dan menilai bahwa kawasan Alaska memang terjadi eksploitasi alam.

“Setelah kami melakukan pertemuan dengan masyarakat Dusun Srebet Desa Pesanggrahan, hutan konservasi yang memang seharusnya mendapatkan perlindungan malah dieksploitasi dan dilakukan pembangunan disana,” ungkap Wahyu Eka Manager Walhi Jatim, Minggu (09/08/2020).

Ia juga mengungkapkan, pihak Perhutani juga terkesan belum transparan karena menurut peraturan pembangunan di hutan konservasi memang tidak boleh dilakukan.

Lebih lanjut, terjadinya alih fungsi lahan tersebut juga akan membuat Walhi bersama masyarakat untuk melakukan dorongan kepada Pemkot Batu agar bisa segera mengatasi permasalahan tersebut.

Terlebih, walaupun pihak managemen telah mengantongi izin dari beberapa pihak namun Walhi tidak mengetahui dan belum mempelajari bentuk izin yang dimiliki oleh pengelola Wahana wisata Alaska.

Terpisah, Walikota Batu Dewanti Rumpoko menjelaskan bahwa pihaknya akan segera mempertemukan kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi. Tujuan komunikasi yaitu mencari solusi terbaik. Misalnya dengan pengelola HIPA dan HIPPAM, mereka juga dilibatkan dalam proyek di Alaska. Supaya ketika pengelola mengeksplor, juga diketahui oleh semua pihak.

Ketika disinggung terkait pembangunan Wisata Alaska, orang nomor satu di Kota Batu tersebut mendukung dengan adanya hal tersebut dengan catatan tidak merusak alam.

“Alaska itu memang sumber mata air. Alaska sendiri merupakan hasil kreativitas anak-anak muda di situ sendiri. Pariwisata yang tetap berbasis alam tidak merusak alam itu boleh, kalau merusak itu baru tidak boleh,” pungkas Dewanti. (arl/fir)

 

Advertisement

Terpopuler