Connect with us

Pemerintahan

Dhamysoga New Normal, Inovasi Sehat Ramah Lingkungan

Published

on

IMG 20200729 200335

KABARMALANG.COM – Walikota Malang Sutiaji mengarahkan agar sekolah mengembangkan kurikulum pengajaran tentang olahan (tanaman) herbal. Hal ini disampaikan orang nomor satu di Kota Malang tersebut saat berkunjung di SMA Negeri 5 Malang.

“Perlu saya informasikan bahwa salah satu terapi yang direkomendasikan untuk meningkatkan imun dan menangkal Covid-19 adalah konsumsi herbal,” ujar Walikota yang juga penyuka kuliner pedas ini, Rabu (29/07/2020).

“Ini artinya, negara kita memiliki potensi dan kearifan lokal tersendiri. Karenanya perlu ada gerakan secara masif, dan salah satu ya melalui pendidikan (lembaga sekolah, red),” sambungnya.

Terbukti, beberapa karya siswa SMAN 5 Malang di bidang penelitian juga mampu menorehkan prestasi secara nasional. SMAN 5 Kota Malang mempersiapkan diri untuk menghadapi kenormalan baru.

Walikota Malang Sutiaji juga meninjau sarana prasarana sekolah seperti ke kelas, ruang isolasi dan kantin.

“Anak-anak nanti dipantau sekolah bagaimana menjaga imun dan menjaga kesehatan,” ucap Sutiaji saat mensosialisasikan pemahaman pandemi Covid-19 dalam rangka memasuki Dhamysoga New Normal ke orangtua dan siswa.

Sekolah SMAN 5 yang berlokasi di Jalan Tanimbar 24 Malang ini memiliki motto Dhamysoga yang merupakan kepanjangan dari Dharmekyastu Yogya. Dharme. Motto yang berasal dari Bahasa Sansekerta itu bermakna Darma (mendarmakan), Kyastu (kesungguhan/sepenuh hati), Yogya (kesederhanaan).

Maka, jika digabung berarti sifat sederhana dan rendah hatilah yang dipakai landasan untuk berdarma bakti, sesuai dengan panjangnya perjalanan sejarah SMA Negeri 5 Malang itu sendiri.

Selanjutnya, Walikota Malang Sutiaji juga mendorong untuk menggerakkan ekonomi dan UMKM Kota Malang dengan Malpro (Malang Beli Produk Lokal).

“Biasakan kita belanja di saudara kita sendiri, di pasar-pasar rakyat kita di mlijo-mlijo kita semua. Siapa yang menghidupkan ekonomi rakyat kalo bukan kita sendiri,” kata Sutiaji.

“Ayo gemar belanja di lingkungan kita Pro terhadap produk-produk lokal,” pungkasnya. (ary/fir)

Advertisement

Terpopuler