Kabar Batu
Akibat Covid-19, Proyeksi Pendapatan Kota Batu Menurun Drastis

KABARMALANG.COM – Pandemi covid-19 yang cukup menghantam sektor ekonomi di Kota Batu mengakibatkan penurunan secara masif pada sektor pendapatan daerah.
Tak tanggung-tanggung, tercatat dari segi pendapatan terjadi penurunan target proyeksi pendapatan menjadi Rp 761 miliar dari target APBD murni sebesar Rp 1 triliun atau menyusut sebesar Rp 238 miliar dengan prosentase penyusutan 23,87%.
“Kemarin juga sudah dibahas dengan anggota DPRD Kota Batu dalam penyampaian KUPA-PPAS (kebijakan umum perubahan anggaran-plafon prioritas anggaran sementara),” ungkap Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Minggu (19/07/2020).
Ia juga membenarkan penurunan target ini termasuk dalam rangkaian dari tidak maksimalnya kinerja terhadap pelaksanaan program dan kegiatan yang tidak sesuai dengan asumsi kerangka ekonomi daerah.
Baik pada sisi pendapatan, maupun belanja daerah yang telah ditetapkan dalam pagu anggaran dan berujung pada penyesuaian APBD pemerintah daerah sesuai arahan dari pemerintah pusat yang menekankan pada prioritas penanganan Covid-19, serta antisipasi terhadap dampak sosial dan ekonomi yang terjadi.
Dijelaskan lebih rinci, penurunan yang terjadi terdiri dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang semula ditargetkan dalam APBD murni sebesar Rp 207 miliar dan menyusut proyeksi target pada perubahan KUPA-PPAS sebesar Rp 105 miliar atau turun sebanyak Rp 83 miliar dengan prosentase 40,10%.
Selain itu, dana perimbangan juga mengalami penyesuaian realisasi riil penerimaan sebesar Rp 94 miliar atau berkurang 14,49% dari anggaran semula sebesar Rp 649 miliar menjadi Rp 555 miliar.
Ditambah lain-lain pendapatan yang sah, diproyeksikan sebesar Rp 100 miliar turun sebesar Rp 42,9 miliar atau sebesar 29,96 persen dari target APBD murni.
“Kami sendiri pada tahun kemarin juga memiliki SILPA (Sisa Lebih Pembelanjaan Anggaran) pada 2019 sebesar Rp. 310 miliar,” terangnya.
“Namun nanti direncanakan, untuk alokasi penerimaan pembiayaan daerah yang dimanfaatkan untuk menutup defisit anggaran daerah pada perubahan APBD tahun berjalan,” terang wanita yang akrab disapa Bude tersebut.
Tak hanya itu saja, Dewanti juga menambahkan SILPA nanti akan digunakan untuk pembiayaan program kegiatan strategis daerah yang dilaksanakan melalui perubahan APBD tahun 2020 seperti fokus penanganan penyebaran dan dampak sosial ekonomi pandemi Covid-19 serta upaya pemulihan sektor ekonomi, kesehatan dan sistem kebencanaan daerah pasca pandemi.
“Harapannya, nanti dapat ditetapkan perubahan APBD dengan anggaran berimbang,” tukasnya. (arl/fir)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































