Connect with us

Pemerintahan

Pemkot Malang Mulai Data Calon Siswa Sekolah Rakyat 2026 Melalui DTKS, Sasar Anak Usia SMP dan SMA

Published

on

IMG 20260525 053354
Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang resmi memulai proses pendataan awal calon siswa untuk program Sekolah Rakyat (istimewa)

KABARMALANG.COM – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang resmi memulai proses pendataan awal calon siswa untuk program Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026 di seluruh wilayah Kota Malang pada akhir Mei ini.

Langkah penjaringan dini ini sengaja diambil oleh pemerintah kota melalui koordinasi aktif pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) guna menyisir anak-anak usia sekolah tingkat SMP dan SMA yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) desil 1 dan 2.

Upaya percepatan penjangkauan ini dilakukan sebagai strategi taktis pemetaan kuota rombongan belajar (rombel) sembari menunggu diterbitkannya petunjuk teknis (juknis) pendaftaran resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Sehingga anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap mendapatkan hak jaminan pendidikan gratis yang operasionalnya dijadwalkan berjalan beriringan dengan kalender sekolah reguler.

Sasaran Utama dan Mekanisme Penjaringan Sekolah Rakyat 2026

​Mengingat kuota yang akan disediakan bergantung pada ketetapan juknis pusat, Pemkot Malang menerapkan strategi jemput bola berdasarkan klasifikasi data kemiskinan:

​Target Desil Utama: Prioritas pendataan menyasar anak-anak keluarga prasejahtera yang berada di klaster DTKS Desil 1 dan Desil 2 (kategori keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah).

​Fokus Jenjang Kelulusan: Penjaringan diperketat bagi anak-anak usia SMP dan SMA, khususnya yang bersiap lulus dari jenjang SD serta SMP reguler tahun ini.

​Dua Metode Pendaftaran: Sistem rekrutmen nantinya akan memadukan metode pendaftaran mandiri (orang tua mendatangi kantor Dinsos) serta penjangkauan aktif (outreach) oleh pendamping PKH yang langsung menghubungi calon siswa potensial.

Update Lokasi Operasional SRMP 16 dan Ketersediaan Jenjang

 

Tingkat / Jenjang Sekolah

Status Operasional Tahun Ajaran 2026

Rencana Lokasi Pengembangan

Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 16

Aktif Berjalan (Kegiatan belajar mengajar sementara masih menggunakan gedung lama).

Diproyeksikan menempati gedung baru di wilayah Arjowinangun (Masuk gelombang pembangunan berikutnya).

Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA)

Persiapan Rombel (Menunggu ketetapan jumlah kuota resmi dari Kemensos RI).

Direncanakan terintegrasi satu kawasan di wilayah Arjowinangun di masa mendatang.

Sekolah Rakyat Tingkat Dasar (SD)

Belum Tersedia (Kondisi serupa dialami oleh mayoritas daerah lain di Provinsi Jawa Timur).

Belum terealisasi karena faktor kendala adaptasi orang tua murid usia dini.

 

Catatan Dinas: “Dari PKH dan Puskesos sudah mulai mendata. Kalau nanti sudah ada ketetapan misalnya Kota Malang mendapat tiga rombel SMP dan tiga rombel SMA, baru kami buka pendaftaran resmi secara massal,” jelas Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito. (adv)

 

Advertisement

Terpopuler