Connect with us

Pemerintahan

Festival Semar Tempo Doeloe Jilid 3 Resmi Dibuka di Arjosari Malang, Angkat Potensi UMKM Kuliner Jadul

Published

on

IMG 20260516 085823
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, resmi membuka gelaran festival budaya Semar Tempo Doeloe Jilid 3 yang berlangsung di Kampung Semar (istimewa)

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, resmi membuka gelaran festival budaya Semar Tempo Doeloe Jilid 3 yang berlangsung di Kampung Semar, Jalan Teluk Pelabuhan Ratu, Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, mulai Kamis, 14 Mei hingga 17 Mei 2026.

Event berskala lokal ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kampung Semar yang kedua sekaligus sebagai wadah strategis untuk mendongkrak perekonomian usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warga setempat.

Dengan mengusung tema eksotis ‘Lorong Waktu’, ratusan masyarakat RW 02 Arjosari bergotong royong menghidupkan kembali tradisi masa lalu melalui dekorasi bernuansa lawas, pentas seni tradisi.

Serta deretan stan kuliner tradisional nusantara yang sukses memikat antusiasme tinggi ratusan wisatawan domestik sejak hari pertama pelaksanaan.

Detail Pelaksanaan & Tema “Lorong Waktu”

​Festival berbasis komunitas ini menyajikan atmosfer nostalgia yang kental bagi setiap pengunjung:

​Waktu Kegiatan: Berlangsung selama empat hari penuh, 14–17 Mei 2026.

​Lokasi Venue: Berpusat di koridor Kampung Semar, RT 06 RW 02, Arjosari, Blimbing, Kota Malang.

​Daya Tarik Utama: Lorong pemukiman disulap dengan dekorasi antik, diikuti oleh ratusan warga yang menjajakan aneka jajanan pasar tradisional legendaris serta makanan kekinian yang ramah kantong.

Pemberdayaan Ekonomi & Dukungan Pemkot Malang

​Event tahunan ini mendapat sorotan dan apresiasi khusus dari jajaran Pemerintah Kota Malang karena dampak nyatanya terhadap kesejahteraan warga:

​Pengungkit Ekonomi Kreatif: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa Semar Tempo Doeloe tidak sekadar melestarikan sejarah, tetapi terbukti efektif mendorong perputaran uang dan memperkuat ketahanan pangan di tingkat kelurahan.

​Sinergi Program Ngalam Laris: Kegiatan ini didukung penuh oleh program Pemkot “Ngalam Laris” yang merupakan bagian dari Dasa Bakti Unggulan untuk memperluas pasar digital dan daya saing pelaku usaha mikro berbasis kampung.

​Pengembangan Kampung Tematik: Struktur acara dinilai selaras dengan konsep pariwisata berkelanjutan (community-based tourism) guna menarik kunjungan pelancong ke wilayah Blimbing.

Edukasi Tradisi untuk Generasi Muda

​Di tengah rintik hujan yang sempat membasahi lokasi pada hari pertama, semangat kebersamaan warga tidak surut.

Festival ini memegang misi penting untuk mentransfer nilai-nilai luhur dan identitas budaya lokal kepada generasi milenial dan Gen Z di Kota Malang agar mereka tidak kehilangan akar sejarah di tengah modernisasi zaman.

Advertisement

Terpopuler