Connect with us

Peristiwa

Harga Emas Antam Anjlok Rp77.000 ke Level Rp3.045.000 Per Gram Akibat Tekanan Dolar AS

Published

on

Harga Emas Hari Ini Selasa 17 Maret 2026: Antam dan UBS Kompak Turun, Saatnya Beli?
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau mengalami penurunan drastis sebesar Rp77.000 menjadi Rp3.045.000 per gram (istimewa)

KABARMALANG.COM – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau mengalami penurunan drastis sebesar Rp77.000 menjadi Rp3.045.000 per gram pada perdagangan Jumat, 24 April 2026.

Penurunan harian terdalam dalam beberapa bulan terakhir ini terjadi di Butik Emas Logam Mulia seluruh Indonesia akibat kombinasi penguatan indeks Dolar AS dan ekspektasi suku bunga global yang tetap tinggi.

Sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Kondisi ini berdampak langsung pada nilai buyback atau harga beli kembali yang merosot ke level Rp2.510.000 per gram, menciptakan momentum bagi para investor untuk melakukan strategi buy on weakness.

Atau menambah portofolio investasi logam mulia di harga yang lebih kompetitif.

Detail Harga Emas Antam (Update 24 April 2026)

​Berikut adalah daftar harga resmi di Butik Logam Mulia sebelum dikenakan pajak PPh sesuai ketentuan yang berlaku:

Satuan Emas

Harga Batangan (Rp)

Estimasi Harga + Pajak

0,5 Gram

1.572.500

Menyesuaikan NPWP

1 Gram

3.045.000

Terendah Bulan Ini

5 Gram

14.773.000

Cocok untuk Tabungan

10 Gram

29.445.000

Investasi Menengah

100 Gram

292.912.000

Portofolio Besar

Harga Buyback Hari Ini: Rp2.510.000 per gram (Harga yang diterima jika Anda menjual emas kembali ke Antam).

Analisis Faktor Penyebab Penurunan

​Mengapa harga emas jatuh cukup dalam saat ketegangan geopolitik masih ada? Berikut tiga alasan utamanya:

​Dominasi Dolar AS: Penguatan mata uang Dolar membuat harga emas yang dihargai dalam USD menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain (termasuk Rupiah), sehingga permintaan pasar menurun.

​Kebijakan Suku Bunga: Ekspektasi bahwa suku bunga global akan tetap tinggi mengurangi minat investor terhadap emas karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga (non-yielding asset).

​Tekanan Teknikal: Terjadinya aksi ambil untung (profit taking) secara masif di pasar global setelah emas sempat menyentuh level tertinggi sebelumnya.

Tips Strategi untuk Investor

​Penurunan tajam sering kali dianggap sebagai “diskon” pasar. Jika Anda berencana investasi jangka panjang, pertimbangkan untuk mencicil pembelian secara bertahap saat harga sedang terkoreksi (averaging down) untuk mendapatkan harga rata-rata yang menguntungkan.

Advertisement

Terpopuler