Serba Serbi
Situs Pendem Adalah Candi Hindu Abad 9

KABARMALANG.COM – Fakta mengejutkan diperoleh dari ekskavasi Situs Pendem, Kota Batu. Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur menemukan sumuran yang identik dengan keberadaan candi kuno diatasnya. Susunan bata awal ditemukan kini diyakini sebagai pondasi dari candi tersebut.
Arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho menuturkan, sumuran ditemukan saat ekskavasi tahap ketiga yang dilakukan pada pekan kemarin. Sejauh ini sumuran seringkali berada di komplek-komplek candi Hindu yang pernah ditemukan.
“Hasil ekskavasi tahap ketiga kemarin, kami menemukan sumuran. Yang biasanya berada di titik tengah sebuah candi. Temuan ini, sekaligus meyakinkan kita (BPCB) bahwa situs Pendem adalah komplek bangunan candi yang telah runtuh,” ujar Wicaksono, Senin (17/2/2020).
Dijelaskan, bahwa sumuran memiliki fungsi sebagai penghubung energi bahwa tanah dengan dunia diatasnya melalui lubang atap yang dibuat pada bangunan candi.
“Sumuran sebagai simbol menghubungkan energi bawah tanah dengan dunia khayangan (atasnya). Makanya pada bangunan candi dibuat lubang atap yang segaris lurus dengan keberadaan sumur di bawahnya,” jelas Wicaksono.
Keberadaan Yoni yang ditempatkan di sisi timur sumuran, dulunya merupakan Yoni yang diletakkn di dalam bangunan candi. Temuan Sumuran semakin meyakinkan Wicaksono kalau bangunan itu merupakan peninggalan Hindu Siwaistis.
“Sumuran ini ukurannya 2,1 meter x 2,1 meter. Dengan kedalaman sekitar 1,20 meter. Diatas sumuran biasanya ditaruh Yoni, yang juga kita temukan berada di area situs Pendem. Disini semakin menguatkan hipotesa kami, bahwa susunan bata kuno adalah pondasi dari candi Hindu,” bebernya.
Dia menambahkan, ekskavasi tahap ketiga mencangkup area seluas 7,5 meter x 7,5 meter ke arah sisi barat dari area ekskavasi tahap kedua dan pertama.
“Dan sumuran kita temukan tepat berada di tengah dari area ekskavasi tahap ketiga. Bangunan candi ini, kita perkirakan berdiri pada abad 10 di masa Mataram Kuno sebagai tempat peribadatan,” imbuhnya.
Menurut dia, temuan ini merupakan fakta penting yang bisa mengungkap sejarah masa lampau di wilayah Kota Batu. Karena keberadaan candi ini berkaitan dengan Prasasti Sangguran yang kini berada di perbatasan Skotlandia-Inggris.
“Kami juga yakini bahwa candi ini, berkaitan dengan Prasasti Sangguran yang dibuat pada masa Raja Dyah Wawa atau mertua dari Pu Sindok,” tuturnya. (rjs/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
































