Serba Serbi
Strategi Pemkot Malang Tekan Stunting: Lintas Sektor Bergerak

KABARMALANG.COM – Upaya menekan angka prevalensi stunting di Kota Malang terus di lakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dinsos P3AP2KB Kota Malang mengambil peran spesifik dengan fokus pada intervensi pendampingan keluarga.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menegaskan bahwa pendampingan ini tidak hanya menyasar anak yang sudah terdeteksi stunting, tetapi juga keluarga yang di nilai berisiko.
“Petugas kami mengecek keluarga berisiko stunting, memastikan status kesehatan mereka,”
“Sedangkan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilakukan oleh Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Donny juga menyoroti tantangan yang di hadapi dalam penanganan stunting, yaitu perbedaan signifikan data.
Antara data yang di hasilkan melalui Bulan Timbang di Posyandu dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).
- Bulan Timbang: Mencatat yang datang ke posyandu, angkanya kini di bawah 10 persen.
- SSGI: Bersifat sampling, angkanya masih di atas 10 persen.
Lebih lanjut, ia menjelaskan adanya perbedaan definisi “keluarga berisiko stunting” antara lembaga.
Versi BKKBN di dasarkan pada kondisi lingkungan keluarga (misalnya tidak punya MCK, ada ibu hamil, atau anggota keluarga perokok).
Sementara itu, versi Kementerian Kesehatan lebih melihat pada kondisi fisik ibu (seperti berat badan rendah atau gula darah tinggi).
Meskipun terdapat perbedaan metodologi dan definisi, upaya pendampingan Dinsos ini di harapkan mampu menekan angka stunting.
Di mana jumlah keluarga berisiko di Kota Malang di pastikan tidak mencapai ribuan. (adv)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































