Connect with us

Serba Serbi

Strategi Pemkot Malang Tekan Stunting: Lintas Sektor Bergerak

Published

on

IMG 20250930 121708
Dinsos P3AP2KB Kota Malang mengambil peran spesifik dengan fokus pada intervensi pendampingan keluarga (istimewa)

KABARMALANG.COM – Upaya menekan angka prevalensi stunting di Kota Malang terus di lakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dinsos P3AP2KB Kota Malang mengambil peran spesifik dengan fokus pada intervensi pendampingan keluarga.

​Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito, menegaskan bahwa pendampingan ini tidak hanya menyasar anak yang sudah terdeteksi stunting, tetapi juga keluarga yang di nilai berisiko.

“Petugas kami mengecek keluarga berisiko stunting, memastikan status kesehatan mereka,”

“Sedangkan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilakukan oleh Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Donny juga menyoroti tantangan yang di hadapi dalam penanganan stunting, yaitu perbedaan signifikan data.

Antara data yang di hasilkan melalui Bulan Timbang di Posyandu dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

  • ​Bulan Timbang: Mencatat yang datang ke posyandu, angkanya kini di bawah 10 persen.
  • SSGI: Bersifat sampling, angkanya masih di atas 10 persen.

​Lebih lanjut, ia menjelaskan adanya perbedaan definisi “keluarga berisiko stunting” antara lembaga.

Versi BKKBN di dasarkan pada kondisi lingkungan keluarga (misalnya tidak punya MCK, ada ibu hamil, atau anggota keluarga perokok).

Sementara itu, versi Kementerian Kesehatan lebih melihat pada kondisi fisik ibu (seperti berat badan rendah atau gula darah tinggi).

​Meskipun terdapat perbedaan metodologi dan definisi, upaya pendampingan Dinsos ini di harapkan mampu menekan angka stunting.

Di mana jumlah keluarga berisiko di Kota Malang di pastikan tidak mencapai ribuan. (adv)

Advertisement

Terpopuler