Connect with us

Serba Serbi

Dinsos-P3AP2KB Wujudkan Layanan Kesehatan Inklusif

Published

on

IMG 20250710 164737
Dinsos-P3AP2KB Kota Malang menggelar kegiatan sertifikasi pelatihan tenaga pendamping untuk posyandu bagi penyandang disabilitas (istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dinsos-P3AP2KB Kota Malang menggelar kegiatan sertifikasi pelatihan tenaga pendamping untuk posyandu bagi penyandang disabilitas.

Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito Widoyoko terkait hal tersebut menjelaskan bahwa ini salah satu wujud nyata dan komitmen.

Donny, menegaskan bahwa posyandu adalah pilar vital dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

“Posyandu memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat masyarakat,” ujarnya.

Di Kota Malang sendiri, terdapat beragam jenis posyandu, mulai dari posyandu balita, posyandu lanjut usia, hingga posyandu disabilitas.

Menurut Donny, semua posyandu yang tersebar di 57 kelurahan di lima kecamatan di Kota Malang memiliki peranan krusial dalam menyediakan akses kesehatan.

Namun, fokus utama Dinsos-P3AP2KB Kota Malang bersama Yayasan Anak Bangsa dan PLN Peduli saat ini adalah menguatkan peran posyandu disabilitas.

Mantan Camat Kedungkandang ini menjelaskan bahwa posyandu disabilitas sangat penting untuk membantu dan mempermudah penyandang disabilitas mendapatkan akses kesehatan.

“Posyandu disabilitas bukan hanya tentang layanan medis. Harapannya, posyandu ini bisa menjadi ruang edukasi, pemberdayaan,”

“Dan support system agar hidup lebih mandiri dan berdaya dalam kesehariannya,” tegas Donny.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinsos-P3AP2KB Kota Malang dan Yayasan Anak Bangsa, dengan dukungan penuh PLN Peduli, memfasilitasi kegiatan sertifikasi pelatihan tenaga pendamping.

Donny berharap, para tenaga pendamping ini nantinya dapat menjadi mediator yang menjembatani komunikasi inklusif antara fasilitas kesehatan dengan komunitas disabilitas.

Menurut Donny, pola komunikasi yang terjalin baik akan memperkuat sinergi antara perangkat daerah, komunitas, kelompok masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat umum.

Tujuannya jelas, mewujudkan Kota Malang sebagai kota yang benar-benar inklusif dan ramah bagi para penyandang disabilitas.

“Kegiatan ini sangat penting, karena kesetaraan terkait kesehatan, khususnya bagi disabilitas, sangat mendukung Kota Malang sebagai kota inklusi,”

“Kami berharap kegiatan semacam ini dapat terus berkembang,”

“Sehingga Kota Malang sebagai kota inklusif bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar terlaksana,” pungkas Donny. (adv)

 

Advertisement

Terpopuler