Connect with us

Edukasi

Tim Pengabdian Masyarakat Unikama Luncurkan Website dan Flipbook Karir untuk Komunitas Difabel Malang

Diterbitkan

,

tim pengabdian masyarakat Unikama

KabarMalang.com – Tim pengabdian masyarakat Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) terus berinovasi dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pengembangan produk digital berbasis karir.

Dalam kegiatan yang diadakan pada Kamis (12/9/2024) di Resto 52, Malang, tim pengabdian masyarakat Unikama meluncurkan dua produk unggulan, yaitu website dan flipbook karir khusus untuk komunitas difabel.

Kegiatan ini menggandeng Komunitas Difabel Creative Community (DC2) Malang, sebuah komunitas difabel yang memiliki visi untuk meningkatkan kapasitas anggotanya. Lebih dari 50 peserta anggota komunitas hadir dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh para pendamping.

tim pengabdian masyarakat Unikama

Leny Latifah, M.Pd., Kons., bersama ketua tim pengabdian, Ajeng Intan Nur Rahmawati, M.Pd menjelaskan kemudahan website karir untuk difabel (Foto: Dok)

Kegiatan ini sendiri menjadi rangkaian program pengabdian masyarakat Unikama yang terlaksana berkat pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dalam pelaksanaannya, tim ini juga melibatkan tiga dosen dari dua prodi di Unikama. Tim beranggotakan Ajeng Intan Nur Rahmawati, M.Pd selaku ketua, dan beranggotakan Leny Latifah, M.Pd., Kons. dari Prodi BK Unikama, dan Moh. Ahsan, S.Kom., M.T. dari Prodi Teknologi Informatika Unikama. Beberapa mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

tim pengabdian masyarakat Unikama

Tampilan website dan e-Modul Flipbook karir untuk difabel yang dilengkapi tes online dan pendampingan konseling karir (Foto: Dok.)

Selaku ketua, Ajeng menjelaskan bahwa website dan flipbook karir ini dihasilkan dari program pengabdian yang telah berjalan selama delapan bulan.

Produk ini sengaja dirancang untuk membantu penyandang disabilitas menemukan potensi diri mereka, terutama dalam menghadapi tantangan karir yang seringkali terbatas karena stigma masyarakat.

“Awalnya karena melihat peluang karir disablitas itu sangat minim ya. Masyarakat juga belum aware. Mungkin dari luar kelihatan dia punya kekurangan tapi dibalik itu ternyata dia punya bakat. Maka dari situ kami ingin teman-teman difabel bisa tau yang bisa dia tonjolkan dari dirinya,” ujar Ajeng.

Produk ini tidak hanya menyediakan informasi karir, tetapi juga terintegrasi dengan layanan konseling yang bisa diakses melalui WhatsApp, membuatnya lebih praktis dan dapat diakses kapan saja.

Inovasi ini juga dilengkapi dengan pengakuan hak kekayaan intelektual (HKI) yang resmi terdaftar, menambah legitimasi dan kebermanfaatan produk ini bagi komunitas difabel.

tim pengabdian masyarakat Unikama

Suasana pendampingan usai peluncuran website dan e-Modul Flipbook karir untuk difabel (Foto: Dok.)

Menurut Leny Latifah, peluncuran website dan flipbook karir ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen tim pengabdian masyarakat Unikama dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

“Kami sudah mendaftarkan website ini di HKI, dan kami berharap teman-teman komunitas difabel bisa memanfaatkannya untuk kepentingan karir mereka,” jelas Leny.

Dukungan dari pihak komunitas difabel juga sangat positif. Sutarno, Ketua Creative Community, menyampaikan apresiasinya kepada Unikama yang telah memberikan ilmu dan produk inovatif ini.

tim pengabdian masyarakat Unikama

Foto bersama tim pengabdian masyarakat Unikama dan komunitas DC2 Malang (Foto: Dok)

Senada dengan itu, Dwi Lindawati, Sekretaris Komunitas, menilai flipbook karir sangat praktis dan efisien dalam membantu mereka merencanakan karir tanpa harus mengeluarkan biaya mahal untuk konsultasi karir dengan ahli.

“Serangkaian acara yang diberikan Unikama sangat bagus sekali. Bahkan lebih dari yang kami bayangkan. Nggak nyangka bakalan sampai memiliki web karir yang ada HAKI-nya. Apalagi ini bekerja sama dengan salah satu kampus yang memang khusus pengabdian kepada masyarakat,” tutur Linda.

Linda juga berharap kegiatan ini dapat membuka jalan bagi lebih banyak inisiatif yang dapat membantu komunitas difabel mengembangkan diri mereka, baik dari segi karir maupun kepercayaan diri.

Ajeng Intan menutup acara dengan harapan bahwa program ini dapat menjadi awal dari peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi komunitas difabel.

“Semoga produk ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh komunitas difabel, dan masyarakat lebih sadar bahwa penyandang disabilitas juga memiliki potensi besar untuk hidup dengan martabat,” tutup Ajeng.

 

Iklan

Terpopuler