Connect with us

Pemerintahan

Tekan Stunting, Wali Kota Malang Salurkan Bantuan Pangan

Published

on

IMG 20230529 213952
Wali Kota Sutiaji didampingi Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Ida Ayu Made Wahyuni saat di Balai Pertemuan Kelurahan Madyopuro

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang Sutiaji menyerahkan bantuan pangan stunting kepada sejumlah warga di Balai Pertemuan Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Selasa (16/5/2023) siang.

Penyerahan bantuan tersebut Wali Kota Sutiaji didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Slamet Husnan dan Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Ida Ayu Made Wahyuni dan beberapa jajaran lainnya.

Wali Kota Sutiaji menyerahkan paket bantuan kepada beberapa orang tua yang memiliki anak terindikasi stunting. Bantuan pangan tersebut berisi daging ayam 1 kilogram (kg) dan telur sebanyak 10 butir.

“Jadi program ini memang sebenarnya program dari (pemerintah) pusat. Isinya ada daging ayam 1 kg dan telurnya tidak ditimbang, tapi ada sebanyak 10 butir,” ujarnya, Selasa (16/5/2023).

Usai menyalurkan bantuan Sutiaji menyempatkan diri untuk berdialog dengan sejumlah orang tua. Untuk mengetahui kondisi anaknya yang sedang berada dalam kondisi stunting.

Sutiaji mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan setiap satu bulan sekali. Dan akan diberikan selama 3 bulan ke depan. Untuk itulah, bantuan tersebut bersifat supporting.

“Harapannya ini menjadi supporting saja, dan daerah (Pemkot Malang) yang akan mengawal terus,” kata Sutiaji.

Saat ini, tingkat stunting di Kota Malang sebesar 8,4 persen. Atau masih ada sekitar 3.400 anak yang berada dalam kondisi stunting. Jumlah tersebut didapat dari hasil bulan timbang terakhir.

Berdasarkan laporan yang ia terima dari pengecekan lapangan, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi anak stunting. Salah satunya kondisi saat anak masih dalam kandungan hingga asupan gizi yang diperoleh sang anak dalam masa pertumbuhan.

“Ada yang ketika masih mengandung berpotensi di anaknya stunting, kedua kadang-kadang anak enggak mau makan nasi sama sekali, maunya mie instant sama telur tanpa sayur,” katanya.

“Makanya tadi saya minta, kepada kepala dinas untuk nutrisionis berkeliling,” pungkas Sutiaji. (carep01/fir)

 

Advertisement

Terpopuler