Connect with us

Pemerintahan

Dinsos-P3AP2KB Adopsi Program Rantang Kasih Tekan Stunting

Diterbitkan

,

IMG 20230529 120517
Plt Kepala Dinsos-P3AP2KB Ida Ayu Made Wahyuni (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dinsos-P3AP2KB (Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) akan mengadopsi program Rantang Kasih untuk penanganan stunting.

Terkait hal tersebut, Plt Kepala Dinsos-P3AP2KB Ida Ayu Made Wahyuni mengatakan, rencana itu saat ini sudah di lakukan masa uji coba.

Uji coba itu di lakukan pada dua anak stunting di Kelurahan Kotalama Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

“Nah itu dua anak usia 19 bulan intervensi nya mulai bulan kemarin dengan menggandeng kader dan pendamping RW di kelurahan,” ujar Ida.

Pelaksanaan program tersebut, dua anak yang sedang dalam kondisi stunting itu di berikan makanan sebanyak 3 kali dalam sehari.

Untuk menunya di sesuaikan, dengan tetap memperhatikan asupan gizi yang di butuhkan anak tersebut.

“Jadi dari Dinsos mengkondisikan seperti rantang kasih, jadi anak tersebut di beri 3 kali makan, khusus untuk anak itu,” kata Ida.

Menurutnya, dengan pola yang diadopsi dari program rantang kasih, setidaknya lebih dapat dipastikan bahwa makanan tersebut diberikan dan dikonsumsi oleh sang anak.

Sebab, jika di berikan berupa bahan pangan atau bahan pokok, ada kekhawatiran bahwa di gunakan oleh orang lain.

“Sehingga intervensi Dinsos ini yang sepertinya perlu di contoh. Karena di kasih 3 kali makan dan itu sudah pasti, dan menunya di sesuaikan dengan si anak dan memenuhi syarat gizi,” jelas Ida.

Saat ini, uji coba tersebut sudah berlangsung selama satu bulan. Dan hasil yang diperoleh sampai saat ini, menurut Made juga telah menunjukan progres yang cukup bagus.

Dimana anak tersebut menunjukan peningkatan tinggi dan berat badannya.

“Bulan lalu dan bulan sekarang tinggi badannya nya naik setengah centimeter kemudian berat badannya setengah kilo dan wajahnya sudah tidak pucat lagi. Itu artinya intervensi yang kita berikan sudah masuk,” bebernya.

“Itu progresnya sudah sesuai, dan kita memang sedang mencoba dulu,” pungkas Ida. (carep01/fir)

 

Iklan

Terpopuler