Connect with us

Serba Serbi

Selamatkan Korban di Laut Selatan, Dua Nelayan Dapat Penghargaan Kapolres Malang

Published

on

Selamatkan Korban di Laut Selatan, Dua Nelayan Dapat Penghargaan Kapolres Malang
Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat memberikan penghargaan kepada dua orang nelayan selamatkan korban di Laut Selatan. (foto istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat memberikan penghargaan kepada dua orang nelayan selamatkan korban di Laut Selatan.

Mereka ini menolong tiga orang nelayan yang terombang-ambing di perairan Laut Hindia Selatan selama delapan hari.

Diketahui bahwa ketiga nelayan tersebut berhasil diselamatkan yaitu seorang nahkoda, Jauhari dan dua anak buah kapal, Adi Nur Maulana serta Zaini.

Semuanya berasal dari Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Kapolres Malang AKBP Firli Hidayat menjelaskan, awalnya para korban dengan menggunakan KMN Evaldi 01 berangkat melaut menuju rumpon yang berjarak 103 mil, dari Dusun Sendang Biru, pada Rabu (4/5).

Selanjutnya tiba di rumpon pada Jumat (6/5/2022). Kemudian sekitar pukul 01.30 WIB, terjadi kecelakaan.

“Kapal korban (KMN Evaldi 01) ditabrak oleh jenis kapal sekoci tidak dikenal di sisi haluan kiri depan,” terang Firli, Senin (27/6/2022).

Ditambahkan Firli, 30 menit kemudian kapal mereka tenggelam. Setelah itu para korban berupaya menyelamatkan diri, dengan menaiki box ikan kurang lebih selama 8 hari.

“Penyelamatan para korban bermula dari Jauhari, karena dia yang pertama ditemukan, tepatnya pada Jumat (13/5/2022), oleh KMN Mega Buana dan langsung dievakuasi ke Sendang Biru,” jelasnya.

Sedangkan, Adi Nur Maulana dan Zaini ditemukan pada Sabtu (14/5/2022), setelah warga dan petugas Sat Polair Polres Malang dan Pos AL Sendang Biru mendapat kabar dari Jauhari.

“Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada bapak Bahtiar dan bapak Asran,” ujar Firli.

“Beliau berdua adalah nelayan yang telah membantu tugas kepolisian dalam menangani korban laka laut,” sambungnya.

Kita tahu bahwa pantai kita termasuk dalam gugus pantai selatan, lanjut Firli, yang memiliki arus luar biasa.

“Sudah beberapa kali kita menemukan, kasus laka laut dan juga korban tenggelam yang menyebabkan korban jiwa,” ucapnya.

Sementara itu Bahtiar, salah satu nelayan yang menyelamatkan korban mengungkapkan banyak terimakasih kepada Kapolres Malang yang telah memberikan penghargaan.

“Kami tak menyangka akan mendapatkan perhargaan ini padahal niat kami adalah menolong,” ujarnya.

“Tapi, di mata Pak Kapolres itu adalah peduli kemanusiaan dan telah membantu tugas kepolisian,” pungkas Bahtiar. (cdm/fir)

 

Advertisement

Terpopuler