Pemerintahan
Penilaian KLA Mandiri, Dinsos-P3AP2KB: Semoga Bisa Tahun Ini

KABARMALANG.COM – Penilaian mandiri status Kota Malang sebagai Kota Layak Anak (KLA). Penilaian KLA secara mandiri ini dilakukan sekitar Bulan Maret 2022 yang lalu.
“Untuk penilaian mandiri sih kita sudah 990. Sudah masuk kategori utama,” ujar Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang Penny Indriani.
Perempuan berjilbab ini, tapi itu penilaian mandiri ya, kalau di lapangannya kan juga belum tahu. penilaian KLA secara mandiri ini dilakukan sekitar Bulan Maret 2022 yang lalu.
Di mana dari hasil penilaian dan evaluasi mandiri oleh Dinsos-P3AP2KB beserta tim dari berbagai elemen masyarakat, di dapatkan bahwa Kota Malang sudah masuk kategori KLA Utama.
Penny pun mengakui, ketika mengisi jawaban pada aplikasi untuk penilaian mandiri KLA, pertanyaan yang diajukan melalui sistem tersebut sangat banyak.
Terlebih lagi, jika melihat Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 25 Tahun 2021 tentang Kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA), dalam melakukan penilaian mandiri KLA didasarkan pada 24 indikator KLA yang mencakup kelembagaan dan lima klaster.
“Penilaian KLA Mandiri itu berdasarkan 24 indikator yang mencakup kelembagaan dan lima klaster,” katanya.
Setidaknya untuk kelembagaan terdapat tiga indikator, yakni Peraturan Daerah tentang KLA diantaranya penguatan kelembagaan KLA.
Kemudian peran serta dari lembaga masyarakat, media massa, dunia usaha dalam pemenuhan Hak Anak dan perlindungan khusus anak.
Sedangkan untuk lima klaster tersebut terdiri dari klaster hak sipil dan kebebasan yang terdiri dari tiga indikator yakni anak yang memiliki kutipan akta kelahiran, ketersediaan fasilitas Informasi Layak Anak (ILA) dan pelembagaan partisipasi anak.
“Yang kita kurang itu Perda KLA itu nggak ada. Itu nilainya tinggi. Terus UPT Perlindungan Perempuan dan Anak itu nggak ada. Dua itu tinggi nilainya,” terang Penny. (carep01/fir)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri




































