Olahraga
Atlet Kabupaten Malang Terancam Gagal Ikut Porprov Jatim 2022

KABARMALANG.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang terancam tidak bisa mengirimkan atlet dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) VII tahun 2022.
Karena, tidak ada kepastian anggaran yang mencukupi untuk mencapai target prestasi di Porprov 2022.
Sebagai info, Porprov VII akan terlaksana di empat daerah. Yakni Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.
KONI sepenuhnya mengandalkan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Malang.
Ketua KONI Kabupaten Malang, Rosydin mengamini hal tersebut.
“Kami berharap di tahun 2022 mendatang anggaran untuk KONI bisa menjadi hibah dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang melekat di Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Malang,” ucapnya, beberapa waktu lalu.
Kabar Lainnya : Tingkatkan SDM, KONI Kabupaten Malang Gelar Workshop.
Rosydin menyebut, KONI Kabupaten Malang tidak akan mengirimkan kontingen di Porprov VII 2022 mendatang.
Terutama, jika tidak ada dukungan finansial untuk melengkapi perjuangan dari para atlet dan pelatih.
“Jika KONI hanya menerima anggaran kurang Rp 10 miliar, saya tidak menjamin bisa memenuhi target tiga besar di Porprov VII tahun 2022 mendatang,” tambahnya.
Menurut Rosydin, tahun 2021 ini KONI Kabupaten Malang hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp1,9 miliar.
KONI juga ketambahan anggaran sebesar Rp 300 juta dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2021.
Belum lagi, pada 2024 mendatang, Kabupaten Malang akan menjadi tuan rumah Porprov VIII.
“Kami sudah memohon kepada Anggota DPRD, Bupati Malang dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang untuk menambah anggaran KONI Kabupaten Malang. Semoga jadi perhatian,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kabupaten Malang, Hartono mengatakan, Pemkab Malang memasang target perolehan medali sangat tinggi untuk para atlet.
Antara lain 50 medali emas, 50 perak, maupun 50 perunggu. Menurutnya, ini membutuhkan anggaran yang besar.
Karena, di KONI Kabupaten Malang ada sebanyak 54 cabang olahraga (cabor).
“Untuk bisa memenuhi target itu, kita (KONI Kabupaten Malang) membutuhkan anggaran sebesar Rp 13,8 miliar,” katanya.
“Tapi jika memang hanya Rp 10 miliar, maka akan ada pengetatan penggunaan anggaran untuk pelatihan,” akhirnya.(carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari































