Connect with us

Peristiwa

Kecelakaan Sungai Di Kepanjen Malang, Pemancing Hilang Terseret Arus

Published

on

Korban Tenggelam Di Kepanjen Kabupaten Malang Ditemukan
Foto korban yang hilang usai terseret arus sungai Brantas, Kepanjen Kabupaten Malang. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Kecelakaan sungai di Kepanjen, Kabupaten Malang menghilangkan satu orang.

Seorang pemancing bernama Paino, 48, warga RT 08 RW 02 Kedungpedaringan, Kepanjen Kabupaten Malang, hilang akibat kecelakaan di sungai.

Sampai hari ini, Rabu, 20 Oktober 2021, Paino masih hilang karena terseret arus deras.

Mulanya, Selasa (19/10), Paino bersama Kusno memancing di sungai dekat rumahnya tersebut.

Tetapi, dia dan Kusno tidak tahu bahwa debit air sedang meninggi akibat hujan deras yang mengguyur Malang sejak pukul 13.00 WIB.

Alhasil, begitu debit air semakin deras, Kusno dan Paino terseret arus. Keduanya juga terbawa air sungai.

Kusno berhasil menyelamatkan dirinya sendiri. Karena bisa berenang, Kusno melawan arus deras dan menepi.

Walau selamat, Kusno mengalami luka-luka karena gesekan bebatuan dari arus sungai.

Nahas, nasib Paino tidak sebaik Kusno. Paino yang kemungkinan besar tidak bisa berenang, tenggelam dan hilang terbawa arus air.

Sejak Selasa (19/10) kemarin sampai hari ini, tubuh Paino belum ketemu. Tim SAR dan Polsek Kepanjen juga sudah berada di lokasi untuk pencarian sejak kemarin.

Sadono Irawan, Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Kabupaten Malang mengabarkan, tim gabungan masih bekerja menyisir sungai untuk mencari korban.

“Kami sebar ke tiga titik pencarian untuk mempercepat kemungkinan menemukan korban,” ujarnya, Rabu (20/10).

Tiga titik tersebut yaitu DAM Blobo, jembatan Bumiayu, Kemiri Kepanjen, serta Bendungan Sengguruh.

“Kami juga menambah peralatan seperti dua rafting dan 1 LCR PMI,” ringkasnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler