Connect with us

Pemerintahan

Singosari Dan Wajak Paling Aktif Vaksinasi, Diapresiasi Satgas Covid

Published

on

Singosari Dan Wajak Paling Aktif Vaksinasi, Diapresiasi Satgas Covid
AKBP Bagoes Wibisono, Kapolres Malang saat memberi apresiasi untuk kecamatan yang paling aktif dalam layanan vaksinasi. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Forkopimda Kabupaten Malang yang juga Satgas Covid-19 daerah, memberi penghargaan untuk Kecamatan Singosari dan Wajak.

Pasalnya, dua kecamatan ini mendapat penilaian paling aktif dalam upaya percepatan vaksinasi di wilayah Kabupaten Malang.

Forkopimda Kabupaten Malang memberi apresiasi tersebut saat rapat analisa dan evaluasi (Anev) capaian target vaksinasi di Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen. Minggu (10/10) sore.

Dua kecamatan itu terpilih sebagai yang terbaik dalam layanan vaksinasi sesuai data capaian vaksinasi dalam seminggu terakhir.

Singosari terpilih sebagai yang terbaik dalam kategori vaksinasi terbanyak, dengan memanfaatkan dukungan nakes Dinas Kesehatan, Polres Malang dan Puskesmas Singosari.

Kemudian, Kecamatan Wajak, sukses meraih capaian vaksinasi terbanyak tanpa dukungan nakes Dinas Kesehatan maupun Polres Malang.

Di sisi lain, ada tiga kecamatan terbawah yang juga menerima bendera hitam dari Forpimda Kabupaten Malang.

Bendera hitam ini merupakan simbol capaian vaksinasi terendah. Yaitu, Kecamatan Pagak, Kromengan dan Sumberpucung.

Kabar Lainnya : Industri Rumahan Makaroni di Wajak Terbakar.

“Kami Forkopimda selalu turun untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di wilayah, itu merupakan bentuk motivasi kita kepada jajaran,” kata AKBP Bagoes Wibisono, Kapolres Malang.

“Saya harapkan kepada muspika jika menemui kesulitan jangan enggan untuk menyampaikan kepada kami. Sehingga, permasalahan atau kendala yang ada di wilayah segera teratasi,” tambahnya.

Dia berharap target vaksinasi di Kabupaten Malang segera tercapai.

“Kami Forkopimda terus melakukan upaya-upaya yang dinamis dengan mengikuti dinamika di masyarakat,” katanya.

Hadir dalam acara Anev kali ini di antaranya Bupati Malang Sanusi dan Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Inf Yusub Dody Sandra.

Menurut Bagoes, vaksinasi di Kabupaten Malang tidak boleh terbatas pada satu metode, yaitu mendatangkan orang ke sebuah tempat.

“Kalau memang tidak bisa melaksanakan vaksinasi terpusat, maka bisa meniru cara dari Muspika Pakis dan Ampelgading. Yaitu dengan melaksanakan vaksinasi keliling door to door,” tandasnya.

Agar capaian lebih maksimal, Bagoes menilai seluruh elemen perlu melakukan inovasi jemput bola.

“Karena gerai vaksinasi yang sudah ada kebanyakan beroperasi pagi hari. Sementar, waktu tersebut adalah waktu orang bekerja,” tegas Bagoes.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler