Connect with us

Edukasi

Warga Binaan dan Anak Lapas Malang Ikuti Orientasi Siswa Baru

Published

on

Warga Binaan dan Anak Lapas Malang Ikuti Orientasi Siswa Baru
Suasana masa orientasi sekolah untuk warga binaan dan anak Lapas Lowokwaru Malang. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Siswa sekolah menyambut tahun ajaran baru ini dengan penuh suka cita. Maklum, setelah lebih dari setahun belajar di rumah, bulan ini beberapa kota sudah mulai menerapkan sekolah tatap muka.

Tak terkecuali warga binaan dan anak di Lapas I Malang Kanwil Kemenkumham Jatim. Mereka terlihat bahagia mengikuti orientasi sekolah, Sabtu hari ini (4/9).

Pagi yang cerah mendapat sambutan bahagia dari sekitar 36 warga binaan dan anak Lapas I Malang.

Pakaian mereka sudah rapi. Seragam berwarna merah dan putih. Rambut klimis terlihat necis. Bau badan pun sudah wangi. Sambil membawa buku catatan, mereka bergegas ke ruang kelas.

Layaknya anak kelas 1 SD, yang baru masuk kelas, mereka berjalan beriringan. Sedikit ragu-ragu. Mau bertemu guru, tapi masih malu-malu.

Setelah masuk kelas, mereka diberikan topi yang terbuat dari kertas. Tujuannya, untuk mengetahui nama dan kelompok satu sama lain. Bagi antar peserta dan guru pun lebih mudah berkomunikasi.

“Ini hari pertama mereka masuk tahun ajaran baru,” ujar Kalapas I Malang RB Danang Yudiawan.

Para warga binaan dan anak lapas yang terletak di daerah Lowokwaru itu memang tidak sekolah di luar tembok lapas.

Mereka belajar di ruang kelas yang dikelola Pusat Kesetaraan Pendidikan (PKP) lapas yang sudah ada sejak zaman Belanda itu.

Pihak lapas menyediakan sarana untuk belajar mengajar serta perpustakaan untuk seluruh warga binaan yang ingin membaca dan meminjam buku.

“PKP Lapas Malang juga menyediakan layanan bagi warga binaan dan anak yang ingin mengikuti program kesetaraan pendidikan di tingkat Kelas Buta Huruf, Setingkat SD, SMP, maupun SMA,” lanjut Danang.

Kabar Lainnya : IKIP Budi Utomo Gelar Orientasi Luring Berprotokol Kesehatan.

Nah, hari ini PKP melakukan kegiatan Masa Orientasi Siswa Baru. Pembina, pengajar, serta Pengelola Perpustakaan Lapas Malang mendampingi orientasi ini.

Program tersebut memang terlaksana secara periodik setiap tahunnya. Sementara, pesertanya berbeda-beda.

“Setiap peserta nantinya akan mendapatkan ijazah dan juga mengikuti wisuda layaknya sekolah normal,” tutur Danang.

Sementara itu, Kakanwil Kemenkumham Jatim Krismono menyatakan bahwa kegiatan ini masuk dalam ranah pembinaan kemandirian.

Dia selalu mendorong agar warga binaan tetap berkarya di dalam keterbatasan dan kondisi apapun.

“Kami akan memfasilitasi, agar mereka punya semangat belajar dan meningkatkan kompetensinya saat bebas nanti,” ujar Krismono.

Krismono juga menegaskan bahwa keterbatasan di dalam tembok jeruji sama sekali tidak mematahkan harapan dan keinginan warga binaan. Terutama untuk meraih cita-citanya.

“Kami all out mendukung kegiatan tersebut, kami akan memenuhi sarana prasarana dan fasilitas untuk menunjang proses pembelajaran,” imbuhnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler