Connect with us

Edukasi

Kota Batu Pembelajaran Tatap Muka, Berlaku 3 Jam Saja

Diterbitkan

,

Kota Batu Pembelajaran Tatap Muka, Berlaku 3 Jam Saja
Dewanti Rumpoko, Wali Kota Batu dalam peninjauan sekolah tatap muka. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Kota Batu melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Beberapa sekolah sudah mulai menggelar kegiatan belajar mengajar, Senin (6/9).

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengunjungi sejumlah sekolah untuk meninjau PTM terbatas.

Dewanti mendatangi SMP Muhammadiyah 8, SMPN 1 Batu, SMAN 1, SMP Islam As Salam, dan MTs Negeri Kota Batu.

Wali Kota Batu hadir bersama Kepala Dinas Pendidikan Eny Rachyuningsih dan Kabag Prokopim M Tavip.

Dewanti menjelaskan kegiatan pembelajaran di Kota Batu terlaksana secara terbatas. Kemudian, setiap ruang kelas hanya terisi 15 hingga 16 siswa.

Bahkan, penyelenggaraan PTM hanya selama 3 jam saja. Ada pula siswa yang tetap mengikuti secara online (daring).

“Alhamdulillah, setelah kami meninjau prokes sudah berjalan dengan baik. Sekarang tinggal guru, satgas sekolah, dan murid bagaimana mentaati prokes,” katanya.

Wali Kota Batu juga memerintahkan Kadindik untuk mengontrol pelaksanaan PTM setiap saat.

“Setiap saat, tanpa mengenal waktu berkeliling untuk memastikan protkes berjalan dengan baik,” tambah Dewanti.

Kemudian, Dewanti juga menyempatkan untuk menyapa dan berdialog dengan para siswa. Dia memberikan motivasi dan semangat kepada para siswa.

Selain itu, Dewanti pun tetap memberikan informasi tentang protokol kesehatan kepada para remaja tersebut.

Sementara, Kadindik menjelaskan pembelajaran PTM menunggu kesiapan sekolah. Saat ini ada 24 sekolah yang telah mendapatkan rekomendasi dari gugus tugas covid-19.

“Proses bukan hanya dari sekolah, sebelum berangkat, dan penjemputan adalah tanggung jawab wali murid,” kata Kadindik.(carep-04/yds)

COVID-19

Kampus IAI Al Qolam Malang Vaksinasi 1000 Dosis

Diterbitkan

,

Kampus IAI Al Qolam Malang Vaksinasi 1000 Dosis
Forpimda Jatim bersama Forpimda Kabupaten Malang meninjau vaksinasi IAI Al Qolam Gondanglegi. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Kampus IAI Al Qolam, Gondanglegi Kabupaten Malang menggelar vaksinasi sebanyak 1000 dosis.

Vaksinasi ini sudah bergulir sejak Sabtu (18/9) kemarin dan hari ini, Minggu, 19 September 2021.

Kemarin, Forkopimda Jawa Timur, terdiri Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Irjen Pol Nico Afinta, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, sudah meninjau vaksinasi covid-19 di IAI Al Qolam Gondanglegi.

Vaksinasi itu tergelar atas kerjasama PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) Jatim dan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

Sedangkan jumlah vaksinator mencapai 40 tenaga keseharan dari PDGI. Setiap tim terdiri dari enam orang.

Sasaran vaksinasi masal ini yaitu santri, mahasiswa dan masyarakat sekitar IAI Al Qolam, Malang.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menuturkan, vaksinasi merupakan upaya untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

Tentu, Pemprov juga tetap mendorong masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi kami melakukan koordinasi dengan seluruh Bupati Walikota, Kapolres dan Dandim se Jawa Timur. Salah satu yang kita harapkan, bisa mewujudkan kekebalan komunitas adalah dengan melakukan vaksinasi,” ujarnya.

Kabupaten Malang, menjadi salah satu wilayah yang mendapat dorongan untuk meningkatkan jumlah sasaran vaksinasi.

Khofifah meminta kepada seluruh elemen strategis di kabupaten ini dan masyarakat, terus melakukan ikhtiar memaksimalkan vaksinasi.

“Kita melihat bahwa Kabupaten Malang sudah memasuki level 2, ini merupakan capaian yang membanggakan,” terang Khofifah.

“Semua unsur di Kabupaten Malang dari Pak Bupati, Dandim dan Kapolres saling berkerja sama untuk mempercepat vaksinasi untuk masyarakatnya. Saya sangat mengapresiasi upaya ini,” imbuhnya.

Kabar Lainnya : Bantu Penanganan Covid-19, IAI Berikan Hand Sanitizer, APD dan Sembako.

Khofifah mengaku bersyukur, lantaran masyarakat Kabupaten Malang sangat antusias mengikuti vaksinasi di kampus IAI Al Qolam itu.

Vaksinasi massal ini merupakan bagian dari program serbuan vaksinasi yang juga melibatkan TNI dan Polri.

“Kabupaten Malang menjadi perhatian kami. Karena Malang sangat baik dalam program percepatan vaksinasinya sehingga sudah masuk level 2. Semoga kabupaten kota lainnya segera menyusul Malang,” ujarnya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan vaksinasi di IAI Al Qolam berjalan dengan baik.

“Saya apresiasi pelaksanaan vaksinasi ini karena sinergi terlihat sangat baik. Partisipasi masyarakat juga baik serta berjalan teratur,” tambahnya.

Mantan Menteri Sosial ini berharap, masyarakat Kabupaten Malang yang telah melaksanakan vaksinasi, agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saya juga berpesan pada semua masyarakat untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19,” harapnya.

Selanjutnya, Gubernur Jatim juga menjelaskan bahwa hasil asesmen, Provinsi Jatim masuk level 1.

“Ini patut kita pertahankan. Ini hasil kerja kita semua pemerintah Provinsi Jatim, Pangdam, Kapolda. Tentu dengan dukungan kepala daerah walikota bupati, dandim dan kapolres,” ujarnya.

“Tak lupa juga kepada jajaran di tingkat bawah mulai Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bidan desa dan Perawat desa. Mereka tak kenal lelah melakukan tracing hingga angka covid-19 di Jawa Timur menurun,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Forpimda Jatim Tinjau Vaksinasi Dosis 1 Di Universitas Brawijaya

Diterbitkan

,

Forpimda Jatim Tinjau Vaksinasi Dosis 1 Di Universitas Brawijaya
Forpimda Jatim bersama UB saat konferensi pers terkait vaksinasi di kampus Jalan Veteran Kota Malang. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Pangdam V/Brawijaya beserta Forpimda Jatim meninjau vaksinasi di Universitas Brawijaya.

Sabtu (18/9), Forpimda Jatim mendatangi lokasi vaksinasi di Gedung Samantha Krida UB Jalan Veteran Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

Dalam keterangan persnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengabarkan positivity rate 6,1 mulai 3 agustus 2021 pada posisi tracking 1,67. Nilai ini menunjukkan penyebaran covid-19 semakin melandai.

“Ini berkat kerjasama semua pihak. Baik Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim yang mengawasi pelaksanaan Silacak pada jajarannya,” ujar Khofifah.

Ini juga berkat Panglima TNI dan Kapolri yang turun langsung ke titik puskesmas memastikan bahwa Babinsa dan Binmas terkoneksi pada sistem Silacak tracing.

Kekuatan tracing di Jawa Timur awalnya hanya senilai 1,68. Sementara, berkat kerja lapangan Babinsa Bhabinkamtibmas, saat ini kekuatan tracing menjadi 14,59.

Selain itu, Khofifah menyebut 10 kabupaten kota di Jatim masuk level 1. Indikator level 1 ini berdasarkan kapasitas 3T, angkat kematian dan BOR.

Tetapi, dia mengingatkan, percepatan vaksin saat ini menjadi penting. Sehingga, dia berharap masyarakat jangan kendor prokes.

“Tetap laksanakan percepatan vaksin di mana saja, asal masyarakat bisa akses,” tegasnya.

Kabar Lainnya : Forpimda Malang Raya Usulkan Pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar.

Sebelum ini, di Surabaya, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto juga mengatakan, ini merupakan capaian yang luar biasa.

“Namun kami tidak berpuas diri. Kami menyadari sepenuhnya bahwa pandemi covid-19 ini jauh dari selesai,” ujarnya.

Baru 10 kabupaten kota di Jawa Timur yang benar-benar level 1. Sedangkan, masih ada 26 kabupaten kota yang menduduki level 2 dan masih ada 2 kabupaten yang menduduki level 3.

“Yang masih level 3 ini akan kami tingkatkan menjadi level 2 dan yang level 2 mudah-mudahan bisa menambah masuk level 1 dan yang level 1 bisa bertahan,” ucap Pangdam.

Sementara itu secara terpisah Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona menyampaikan kegiatan vaksinasi di Universitas Brawijaya berlangsung sampai Selasa (21/9).

AKBP Budi Hermanto dan Letkol Arm Ferdian Primadhona mengawal Forpimda Jatim dalam vaksinasi UB. (foto : Ist)

Vaksinasi di UB memakai jenis Astra Zeneca. Sementara, sasaran vaksin harian sekitar 2.500 orang.

Pendaftaran berlangsung secara online. Dengan jumlah terdaftar 7.807 orang untuk pegawai, keluarga besar, purna tugas, mahasiswa dan alumni UB serta masyarakat umum.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Mahasiswa UB Bikin Pupuk Bio Organik Dari Limbah Makanan dan Ternak

Diterbitkan

,

Mahasiswa UB Bikin Pupuk Bio Organik Dari Limbah Makanan dan Ternak
Abdillah Amirul Saleh, Alya Shofiya, dan Erik Wahyuni, tiga mahasiswa UB pencipta BIOSCAP. (foto : ist)

 

KABARMALANG.COM – Tiga mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB) membuat pupuk bio organik multifungsi dari limbah makanan dan peternakan dengan campuran konsorsium rizobakteri.

Pupuk ini bernama BIOSCAP. Penciptanya adalah tiga mahasiwa yang tergabung dalam PKM-RE Universitas Brawijaya (UB).

Yaitu, Abdillah Amirul Saleh, Alya Shofiya, dan Erik Wahyuni. Mereka berkarya di bawah bimbingan Tita Widjayanti SP MSi.

Mereka mengklaim pupuk tersebut dapat menekan intensitas penyakit hingga mencapai 100 persen.

Serta meningkatkan pertumbuhan tanaman sebesar 11-22 persen, berdasarkan jumlah daun, tinggi tanaman dan jumlah cabang.

Inovasi tersebut muncul setelah mereka melihat banyaknya limbah makanan dan peternakan yang semakin menumpuk di tempat pembuangan akhir.

Limbah ini belum termanfaatkan dengan optimal. Misalnya saja, cangkang telur, kulit pisang, dan bio-slurry.

Menurut data BPS, produksi cangkang telur di Indonesia mencapai 4.753.382 ton. Sementara, produksi kulit pisang di Indonesia mencapai 4.368.394 ton.

Sedangkan bio-slurry merupakan limbah sisa pengolahan biogas yang jarang termanfaatkan dan hanya menumpuk di dalam septic tank.

Limbah organik yang jarang termanfaatkan tersebut berpotensi untuk menjadi pupuk yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman.

Kabar Lainnya : Petani Kabupaten Malang Dilatih Produksi Pupuk Organik.

Penggunaan cangkang telur dapat sebagai sumber kalsum (Ca) dan magnesium (Mg) yang tinggi. Sementara, kulit pisang dapat sebagai sumber Kalium (K).

Kemudian, bio-slurry sebagai sumber Nitrogen (N), fosfor (P), dan Kalium (K).

Selain itu, BIOSCAP juga mengandung mikroorganisme menguntungkan. Yaitu Bacillus sp., Pseudomonas sp., Azotobacter sp., Azospirillum sp., dan Aspergillus niger.

“Semua ini dapat merangsang pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas pertumbuhan,” kata Alya Shofiya, Selasa (14/9).

Selain itu, pupuk BIOSCAP dapat berperan sebagai bioprotektan dan biostimulan yang dapat menekan dan menghambat intensitas serangan penyakit.

Pupuk ini telah teruji pada tanaman kedelai yang terinfeksi penyakit Soybean Mosaic Virus (SMV).

SMV dapat menurunkan produktivitas tanaman sebesar 25,48 hingga 93,84 persen.

Penggunaan pupuk BIOSCAP terbukti mampu menekan intensitas penyakit SMV dan meningkatkan produktivitas kedelai.

“Melalui penemuan ini, kami harap pupuk ini mampu menjadi solusi bagi petani untuk mengatasi penyakit pada tanaman. Khususnya soybean mosaic virus pada kedelai,” kata Abdillah selaku ketua tim.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Ucapan Hari Pelanggan Nasional Dari PDAM Tugu Tirta
Iklan Cukai Pemkot Malang

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com