Connect with us

Edukasi

Dua Pelajar di Malang Jadi Relawan Covid-19, Gabung MBLC

Published

on

Dua Pelajar di Malang Jadi Relawan Covid-19, Gabung MBLC
Dua pelajar SMA dan SMK di Malang menjadi relawan Covid-19 bersama gerakan MBLC (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Dua pelajar di Malang menjadi relawan  Covid-19. Yakni Ifron Petrus pelajar kelas XII SMKN 4 Kota Malang dan Moura Eka, pelajar kelas XI SMAN 1 Lawang, Malang.

Meski masih belia, dua pelajar di Malang itu ingin berkontribusi untuk masyarakat.

Sehingga, mereka berdua akhirnya bergabung dalam gerakan Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC).

Ifron Petrus mengaku tertarik menjadi relawan sesuai kemampuannya di bidang multimedia.

Ifron memang mengambil jurusan multimedia di sekolahnya. Ketika menjadi relawan, di posko MBLC, dia bertugas sebagai seorang video editor dan desainer grafis.

“Mengganggu sekolah saya rasa tidak. Karena tugas saya mencakup editing video MBLC dan BNPB juga desain. Jadi sesuai kompetensi di jurusan (kejuruan sekolah) saya,” kata Ifron, Selasa (3/8).

Kabar Lainnya : KBM Tatap Muka, SMKN 2 Batu Pantau Siswa Sampai Pulang.

Dia juga mengajak para pelajar lainnya bisa turut serta menjadi relawan Covid-19. Terlebih saat ini pembelajaran di sekolahan masih daring.

“Saya harapkan para pelajar lain bisa jadi anggota relawan untuk menekan angka Covid-19. Atau membantu warga isoman lain supaya Indonesia segera hilang coronanya,” bebernya.

“Supaya kita cepat sekolah (luring) lagi kita. Semoga juga lapangan pekerjaan beroperasi lagi agar tidak ada pengangguran,” sambung Ifron.

Sementara itu, Moura terdorong bergabung dengan relawan MBLC karena rasa kemanusiaan ingin menolong masyakarat yang terkena Covid-19.

“Apalagi di awal pandemi tidak ada aktivitas sekolah daring (online). Sehingga saya lebih punya banyak waktu untuk melakukan aksi sosial,” ucap Moura.

Saat menjadi relawan MBLC, Moura harus pintar membagi waktu. Agar tidak mengganggu kegiatan sekolah daringnya.

“Sebenarnya di awal-awal itu keteteran. Kalau zoom saya lakukan di posko. Kalau tugas pagi sebelum berangkat atau malam setelah dari posko,” tuturnya.

“Jadi tantangnya di penyesuaian waktu. Tapi tidak masalah, semoga teman lainnya melakukan aktivitas tidak hanya sekolah saja. Karena pelajaran tidak hanya di sekolah,”  tambahnya.

Moura setiap hari melayani permintaan bantuan di MBLC bagi warga terdampak pandemi maupun pasien isolasi mandiri di Malang Raya.

“Saya siapkan pembagian masker, pengemasan sembako dan vitamin, hingga menyiapkan tabung oksigen. Semua saya kerjakan untuk membantu penanganan Covid-19,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler