Connect with us

Hukrim

Bacokan Tajinan Malang, Polisi : Dugaan Kuat Bermotif Dendam

Published

on

Bacokan Tajinan Malang, Polisi : Dugaan Kuat Bermotif Dendam
Kasat Reskrim Polres Malang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Donny Baralangi. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Polres Malang sedang menyelidiki kasus bacokan alias penganiayaan di Dusun Tubo Desa Purwosekar Tajinan Kabupaten Malang.

Peristiwa ini terjadi Minggu malam (25/7), dan sampai saat ini masih proses selidik. Kasat Reskrim Polres Malang Ajun Komisaris Polisi (AKP) Donny Baralangi membenarkan.

Donny bersama anggota sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa dugaan bacokan di Tajinan Kabupaten Malang itu.

Dari hasil olah TKP tersebut, polisi menemukan barang-barang korban berupa sandal, masker, kendaraan roda dua (R2) serta bercak-bercak darah di TKP.

“Masih kita dalami lebih lanjut barang bukti yang ada, dan sekarang kami juga menginvestigasi dengan saksi yang ada dan menyesuaikan berdasarkan keterangan saksi,” jelas Donny, Rabu (28/7).

Saat ini dia masih melakukan pemeriksaan otopsi terhadap korban penganiayaan Tajinan Malang.

Ini untuk mengetahui apa yang terjadi pada korban serta menyamakan dengan hasil olah TKP serta keterangan dari saksi.

“Kemungkinan ada 2 pelaku, dengan dugaan kuat bermotif dendam. Kami masih menunggu autopsi agar dapat mendapat perkembangan lanjut dari kasus ini,” jelasnya.

Seperti berita Kabarmalang.com sebelum ini, seorang makelar tanah bernama Purnomo, 45, warga Desa Gunungronggo Tajinan Kabupaten Malang, menjadi korban bacokan.

Peristiwa penganiayaan terjadi di Dusun Tubo, Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Kabar Lainnya : Pembunuhan Di Tajinan Malang, Satu Orang Meninggal Dibacok.

Seorang laki-laki bernama Purnomo, 45, warga Desa Gunungronggo Tajinan, kedapatan warga sekitar mengalami luka bacok di tubuhnya.

Dia masih hidup keluarga korban menemukannya. Tetapi, dia akhirnya tewas dalam perawatan di IGD RSSA Malang.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler