Connect with us

Pemerintahan

HUT 75 Bhayangkara, Polres Lumajang Kibarkan Merah Putih Raksasa

Published

on

HUT 75 Bhayangkara, Polres Lumajang Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa
Pengibaran bendera raksasa di Coban Sewu Pronojiwo Lumajang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dalam rangka HUT 75 Bhayangkara, Polres Lumajang mengibarkan bendera merah putih raksasa.

Pengibaran terlaksana di wisata air terjun Coban Sewu Panorama Tumpak Sewu, Kecamatan Pronojiwo, Kamis (1/7).

Bendera raksasa tersebut berukuran panjang 100 meter kali 6 meter. Polres Lumajang mengibarkannya di tebing air terjun Coban Sewu dan Tumpak Sewu.

Kabar Lainnya : Bupati Lumajang Siap Kampanyekan Ladub.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengawal prosesi pengibaran ini bersama jajarannya.

Hadir pula 81 personel Polres Lumajang dan 7 orang profesional dari Dear Traveller Adventure Team.

Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno membenarkan.

Pengibaran bendera merah putih raksasa berukuran 100 meter x 6 meter tersebut merupakan rangkaian HUT ke 75 Bhayangkara.

“Hari ini kita melaksanakan pengibaran bendera raksasa merah putih 100 m x 6 m di tebing air terjun Coban Sewu dan Panorama Tumpak Sewu,” ujarnya.

5a6cf2b8 cf93 4009 bd71 f571f29bcc2e

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti.

Eka Yekti menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan mempromosikan obyek wisata di Kabupaten Lumajang. Seraya memperingati HUT Ke-75 Polri.

Menurutnya, nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme harus tertular kepada generasi muda.

Polres Lumajang juga sekaligus mendukung wisata alam yang luar biasa dari Kabupaten Lumajang. Kebetulan, wisata ini berbatasan juga dengan Kabupaten Malang.

“Air terjun Coban Sewu dan panorama Tumpak Sewu di Lumajang bisa kami sebut sebagai niagara-nya bangsa kita bangsa Indonesia,” jelasnya.

Eka Yekti juga mengatakan, kegiatan ini memiliki banyak hambatan banyak kendala. terutama, faktor alam di sekitar coban.

Tekanan angin dan air sangat mempengaruhi prosesi pengibaran. Kemudian juga banyaknya semak, kontur tebing yang tidak lurus, jadi banyak sekali celah-celah.

“Itu menyulitkan kita untuk melakukan beberapa manuver pengibaran bendera merah putih,” akhirnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler