Serba Serbi
Warga Bantur Bangun Galeri Kreatif, Rangkul Anak PMI Kesepian

KABARMALANG.COM – Mungkin satu dari seribu saja orang yang bakal mau mengasuh anak dari Pekerjaan Migran Indonesia (PMI) tanpa mengharap imbalan apapun.
Satu dari seribu orang itu salah satunya adakah Muzeki, warga Dusun Sukosari, Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur.
Dia mendirikan Galeri Kreatif sebagai wadah untuk mengasuh anak yang kesepian karena orang tuanya menjadi PMI.
Dia mengaku ikhlas tanpa biaya untuk memberikan pelajaran baik akademik ataupun non akademik kepada anak PMI.
Tekadnya untuk mengasuh anak PMI itu karena dulu dia juga sama. Lima kakaknya meninggalkan Muzeki ke luar negeri.
Karena itu, setelah dewasa, Muzeki akhirnya nekat untuk mendirikan galeri kreatif.
Misinya adalah agar anak para pekerja migran tidak kesepian dan dapat terus menempuh pendidikan. Meski orang tuanya tidak berada di rumah.
“Saya buka ini karena pengalaman, karena kakak saya lima itu TKI semua. Jadi saya tahu sepinya anak PMI,” terangnya.
“Bagaimana mereka merasa kekurangan kasih sayang, kami tahu. Makanya kami dirikan ini agar mereka tidak merasa kesepian,” ujar Muzeki.
Zaki -sapaan akrabnya- mengaku tidak memikirkan biaya dalam mengasuh anak PMI itu.
“Ya, sampai sekarang kami tidak kepikiran malahan. Pernah waktu itu ada orang ke sini, bilang katanya kalau tidak ada uangnya pasti tidak akan bisa ngurus galeri,” katanya.
Kabar Lainnya : Orang Hilang di Turen Ditemukan di Bantur.
“Tetapi ya silakan siapapun. Tanya ke anak-anak atau relawan, kami memang tidak pernah minta gaji atau apapun,” kata Muzeki.
Ketika mendapat pertanyaan tentang peran pemerintah selama 10 tahun berdirinya Galeri Kreatif, Muzeki mengaku tidak tahu.
Dia pun tampaknya juga tidak terlalu menghiraukan. Baginya, perjalanan galeri kreatif adalah agar anak PMI dapat meneruskan pendidikan.
Serta, anak PMI menjadi orang yang berguna. Menurutnya, itu adalah suatu pencapaian yang baik.
“Ya, mungkin belum tahu atau seperti apa. Tetapi sejauh ini sepengetahuan saya belum ada (Pemerintah) yang turun,” ungkap Zaki.
Kini Zaki terus berkomitmen untuk mengembangkan Galeri Jreatif. Baginya, perkembangan anak PMI adalah suatu keberhasilan yang ia dapatkan selama mendirikan wadah positif ini.
“Gol kami anak-anak ini bisa melanjutkan pendidikan. Dan kami evaluasi saat ini golnya sudah tercapai,” tambahnya.
“Dari pantauan kami sudah ada yang mau lulus sekolah, bahkan ada yang mau lulus kuliah. Karena kami ingin mereka hidup mandiri,” akhirnya.(im/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































