Pemerintahan
Dinsos Kota Malang Target Gelar Sekolah Kartini Di Seluruh Kecamatan

KABARMALANG.COM – Dinsos P3AP2KB Kota Malang target sukseskan program edukasi bagi perempuan di Kota Malang agar menjadi berdaya dan mandiri, yakni Sekolah Kartini.
Program itu berupa edukasi seputar dunia pernikahan. Sasarannya untuk yang pra nikah, usia 18 sampai 22 tahun dan yang sudah menikah, usia 23 – 30 tahun.
Sekolah Kartini telah berjalan beberapa kali pertemuan, namun untuk sementara ini baru tergelar di Kecamatan Sukun, Kota Malang saja.
Kabar Lainnya : GWN Berdayakan Masyarakat Dengan Pelatihan Membatik.
Sekolah Kartini tergelar di Kantor Kecamatan Sukun, setiap hari Sabtu dan Minggu. Ada berbagai macam narasumber lintas latar belakang yang mengisi materi.
Ani Rahmawiyati, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang membenarkan. Dinsos Kota Malang target Sekolah Kartini bisa terlaksana di empat kecamatan lainnya.
“Kalau bisa memang ini kami harapkan bisa terekap di lima kecamatan. Masing-masing kecamatan harus punya yang namanya Sekolah Kartini,” ujar Ani, Rabu (21/4).
Kabar Lainnya : Dinas Sosial Suntik Insentif Relawan Pemulasaran Covid.
“Cuma mungkin karena anggaran terbatas, kita masih bertahap. Ini masih tahap yang kedua Sekolah Kartini di Kecamatan Sukun tahun 2021,” sambungnya.
Ani mengatakan bahwa yang menggagas program Sekolah Kartini adalah Wali Kota Malang, Sutiaji pada tahun 2020 lalu.
“Bapak Wali Kota menginginkan gimana kalau Kota Malang itu terutama di pemberdayaan perempuan ada yang namanya sekolah kartini,” jelasnya.
Kabar Lainnya : Penyesuaian Target, Retribusi Sampah Menyusut 55 Persen.
Ani menuturkan pihaknya bakal berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Malang terkait dengan materi dan pembelajaran di Sekolah Kartini.
“Kita nanti selanjutnya akan sharing dengan Dinas Pendidikan terkait dengan kurikulumnya,” terangnya.
Sekolah Kartini akan berlangsung tiga tahap dalam tiga tahun, sehingga ada jenjangnya. Setiap tahapan ada 10 kali pertemuan kelas.
“Jadi langsung, dari sepuluh kali pertemuan itu nanti di hari terakhir kita membuat tes, kita membuat ujian,” ucapnya.
“Nah kalau nilainya itu memenuhi persyaratan, itu nanti yang kita ikutkan lagi di tahun berikutnya, semacam naik kelas. Para peserta juga mendapat sertifikat Sekolah Kartini,” akhirnya.(fat/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































