Pemerintahan
GWN Berdayakan Masyarakat Dengan Pelatihan Membatik

KABARMALANG.COM – Yayasan Gubuke Wong Ngalam (GWN) adalah yayasan sosial yang bergerak dalam penyantunan, donasi, bedah rumah, dan pendampingan untuk masyarakat di Malang Raya.
Hingga saat ini, GWN semakin berkembang, dengan mulai merambah ke ranah pemberdayaan masyarakat lewat pelatihan membatik.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua GWN, Lili Ulfa. Bahwa sekarang masyarakat tidak hanya menerima saja, tapi bisa berdaya.
“Jadi masyarakat yang tidak berdaya menjadi lebih berdaya dan mandiri dengan kemampuan yang mereka miliki,” ujar Ulfa kepada awak media, di Sekretariat GWN, Sabtu (26/12).
Ulfa menuturkan pelatihan batik yang kini mereka jalankan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Malang Raya.

Hasil pelatihan batik oleh Yayasan GWN
“Kita mulai mengangkat dan menampilkan dari produk UMKM, untuk mereka yang punya keinginan membatik, menyulam dan merajut,” jelasnya.
Dalam pelatihan batik, para peserta dilatih oleh pengrajin batik bernama Kusniati. Berlokasi di Sekretariat GWN di Jalan Ki Ageng Gribig No 100.
“Kami menampung dan memfasilitasi para peserta, kalau mereka ingin maju, akan terus kita arahkan,” terangnya.
Proses pelatihan, sejak awal para peserta diberi kebebasan untuk membuat motif batik, sesuai dengan selera dan kemampuan.
Pesertanya dari kalangan apapun, kata Ulfa, untuk pelatihan sebelumnya diikuti oleh ibu-ibu dari ketentaraan dan warga sekitar.
Tarif pelatihan hanya sebatas untuk mengganti biaya kain dan warna. “Satu orang bisa Rp 120 ribu hingga Rp 150 ribu, tergantung pewarnaannya,” imbuhnya.
Ulfa mengatakan pelatihan bisa dihelat hingga tiga sampai empat kali pertemuan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Setelah dari hasil pelatihan, produk batik yang sudah jadi, akan ditawarkan kepada masyarakat, pejabat, Pemkot Malang, dan DPRD Kota Malang.
“Terutama DPRD Kota Malang mereka sangat peduli dengan UMKM. Bagi mereka, membeli batik, bagian dari menggerakkan UMKM,” katanya.
Untuk harga batiknya sendiri dibuka dari harga Rp 250 ribu hingga Rp 3 juta.
“Pernah dibeli Pemkot Malang, harga satu juta setengah. Karena produk handmade, bukan print,” ungkapnya.
“Pemesannya by request, dari DPRD Kota Malang pernah memesan dengan motif bunga, air, topeng, dan tugu Malang,” tambahnya.
Ulfa mengharap kedepannya GWN bisa semakin bersinergi dengan berbagai kalangan, agar UMKM di Kota Malang semakin berkembang.
“Keinginan kita, bagaimana pokoknya lebih baik, menjadikan masyarakat untuk dimakmurkan. Harus saling bersinergi dan memahami,” tutupnya. (fat/fir)
Peristiwa20 jam agoPolres Malang Gandeng Komunitas Ojol Jadi Mitra Operasi Patuh Semeru 2026
Peristiwa18 jam agoPolres Malang Kembalikan Barang Bukti Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Kepada Korban
Peristiwa15 jam agoPolres Malang Tangkap Pemburu Satwa Dilindungi Landak Jawa di Sumbermanjing Wetan
Olahraga9 jam agoBorneo FC Merangsek Naik Peringkat Klasemen Pekan ke 7 Super League 2026
Pemerintahan14 jam agoWali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Terwujudnya Pesantren Ramah Santri
Serba Serbi22 jam agoIndeks Harga Saham Gabungan IHSG Ditutup Melemah Tajam ke Level 5.266





























