Peristiwa
Pembina PWI Malang Raya Bantu Korban Gempa Malang Rp 100 Juta

KABARMALANG.COM – Pembina PWI Malang Raya, Joni Sujatmoko terketuk hatinya membantu masyarakat terdampak gempa 6,1 SR di Kabupaten Malang.
Karena, dampak gempa di Malang berkekuatan M 5,0 dengan magnitudo 6.1 skala richter (SR) Sabtu (10/4) memang sangat luar biasa.
Gempa yang berpusat di 90 kilometr Barat Daya Kabupaten Malang, Jatim itu tidak hanya membuat rumah warga dan fasilitas umum rusak. Namun, juga menelan korban jiwa.
Kondisi tersebut membuat banyak pihak prihatin. Karena itulah, Pembina PWI Malang Raya terketuk memberikan bantuan tunai senilai Rp 100 juta.
Dia menyerahkan bantuan itu kepada BPBD Kabupaten Malang lewat Bupati HM Sanusi.
Menurut Joni Sujatmoko yang juga owner NK Cafe ini, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian pada korban gempa di wilayah Kabupaten Malang.
“Selain itu juga bentuk syukur kami karena properti Oma Sulaeman dan Oma Perdana yang kami kelola tak ada yang rusak meski ada di wilayah Kabupaten Malang terkena gempa,” jelasnya.
Makanya, dia tak berpikir panjang saat Bupati HM Sanusi menghubunginya terkait bantuan untuk korban gempa tersebut.
Dia langsung menyerahkan bantuan tunai Rp 100 juta bagi korban gempa. Bupati Malang, HM Sanusi mengaku lega.
Sebab, bantuan bagi korban gempa di Malang yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB itu terus mengalir.
Dia mengungkapkan bahwa bantuan itu selain dari pengusaha Joni Sujatmoko, Gubernur Jatim, BUMN dan Bank Jatim.
“Untuk sementara ini memang kita beri bantuan semisalnya dulu. Ada dari pengusaha, Pemrov Jatim, Bank Jatim dan lainnya,” jelas dia.
Kabar Lainnya : BMKG Siapkan Gempa Buatan Simulasi Tsunami.
Selain itu, dia mengatakan bila posko penanganan bencana gempa di Malang juga sudah terbangun. Termasuk dapur umum di Pajang Tengah juga telah berdiri.
Bahkan, setiap desa mendirikan tempat pengungsian, khususnya di Balai Desa kawasan terdampak.
Sedangkan bantuan untuk pembangunan paska gempa Malang, menurut Sanusi masih dalam penghitungan.
“Menurut Bu Yayuk dari PDIP, sudah ada sinyal dari Kementerian PUPR akan menurunkan bantuan juga,” jelas dia.
Tetapi, prioritas penanganan saat ini adalah membantu rumah yang ambruk termasuk korban meninggal. Rumah-rumah itu dulu yang harus berdiri setelah gempa Malang.
Sebab, kalau dari APBD harus menunggu proses pembahasan. Meski begitu, kata dia, Tim APBD Kabupaten Malang sudah menetapkan dana untuk tanggap darurat sebesar Rp 6,5 miliar.
“Itu tinggal penggunaannya, karena sudah bisa kita lakukan,” papar dia. Menurut dia, Menteri PUPR susah memberikan sinyal akan membantu membangun rumah-rumah yang rusak berat akibat gempa Malang.
Untuk itu, BPBD Kabupaten Malang akan secepatnya menetapkan gempa bumi ini sebagai tanggap darurat bencana alam.(fir/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar































