Pemerintahan
Pemkab Larang ASN Mudik, Tunggu Surat Mendagri

KABARMALANG.COM – Menko PMK, Muhadjir Effendy menetapkan larangan mudik Idul Fitri. Dia sepakati larangan ini sejak 26 Maret lalu.
Tetapi, Pemkab Malang tampaknya tidak terburu-buru menetapkan kebijakan yang sama untuk warganya.
Terbukti, Bupati Malang, Sanusi mengaku masih menunggu surat resmi dari Kemendagri terkait larangan mudik tersebut.
“Belum, kita masih nunggu aturan resminya dari Mendagri,” ungkapnya, Sabtu (3/4).
Hanya saja, Politikus PDI Perjuangan itu sudah membuat larangan lain. Meskipun belum ada surat resmi Kemendagri, dia sudah memiliki ancang-ancang untuk melarang mudik ASN Pemkab.
“Kalau ASN sudah kita persiapkan terkait wacana itu (larangam mudik). Tapi kalau untuk masyarakat umum belum,” tegasnya.
Namun, sembari menunggu surat resmi itu, Pemkab Malang akan segera melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, khususnya bagi ASN.
“Iya nanti kita koordinasikan dengan kepolisian. Kan Satgas-nya Pak Kapolres dan Pak Dandim,” ujarnya.
“Nanti tergantung Kapolres dan Dandim,” pungkasnya.(im/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































