Connect with us

Serba Serbi

Juleha Malang Raya Sediakan Daging Asuh

Published

on

IMG 20210322 204622
Rakerda yang dilaksanakan di Villa Ahlamy, Jl Metro Kelurahan Sisir Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Juru Sembelih Halal Indonesia (Juleha) Malang Raya menyiapkan daging yang Aman Sehat Utuh dan Halal (Asuh).

Optimalisasi organisasi juga telah dilakukan dengan mengadakan rapat kerja daerah (Rakerda) yang dilaksanakan pada 20 sampai 21 Maret 2021 di Villa Ahlamy, Jl Metro Kelurahan Sisir Kota Batu.

Ketua Juleha Malang Raya, Akhmad Yani mengatakan optimalisasi organisasi ini untuk mendukung wilayah Malang Raya menjadi destinasi kawasan halal. Sehingga para anggota yang memiliki atau bekerja di Rumah Potong Hewan Umum dapat memiliki sertifikasi halal.

“BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) itu sertifikasi bagi penyembelihnya,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Yani, program kegiatan lainnya yang bakal dilakukan yakni kaderisasi anggota. “Di Malang Raya jumlah anggota Juleha 160 orang, Kota Malang 103 orang, Kabupaten Malang 54 orang dan Kota Batu ada 3 orang,” sambungnya.

Yani berharap sebanyak-banyaknya masyarakat bisa bergabung. Juleha sendiri akan melakukan sosialisasi dengan mendatangi beberapa masjid untuk mengedukasi takmir tentang menyembelih hewan ternak halal sesuai syariat.

“Di Batu dalam waktu dekat ada 3 masjid yang bakal kami datangi, selain itu biasanya sosialisasi kami lakukan mulai bulan Syawal sampai menjelang Idul Adha,” ucapnya.

IMG 20210322 204712

Program kegiatan lainnya yang bakal dilakukan yakni pengembangan Sumberdaya Manusia (SDM) anggota. Sebab, tidak jarang anggota Juleha Malang Raya seringkali dimintai menjadi pemateri di beberapa kegiatan.

“Kemudian program lainnya meningkatkan anggota untuk ikut sertifikasi dari BNSP Juleha, Alhamdulillah saat ini sudah ada 29 orang,” katanya.

Juleha ini juga bekerjasama dengan pemerintah baik di daerah maupun pusat. Seperti yang sudah terjalin selama ini dengan Balai Besar Pelatihan Peternakan di Kota Batu dari Kementerian Pertanian. Setiap tahunnya menyelenggarakan Sertifikasi BNSP tingkat nasional.

“Kalau di Kota Malang kami bekerjasama dengan Rumah Potong Hewan disana karena biasanya dijadikan tempat prakteknya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga tengah fokus untuk meningkatkan edukasi penyembelihan unggas. Menurut Yani, saat ini tukang jagal khusus unggas itu masih minim pengetahuan.

Anggota Juleha Malang Raya sendiri yang menjadi penyembelih ayam masih sedikit yakni 6 orang. Sehingga kedepannya sosialisasi dan edukasi juga bakal digalakkan tentang penyembelihan ayam yang baik dan benar.

Sementara itu, Direktur Halal Center Ponpes Bahrul Maghfiroh, Tri Darmanto mengatakan keberadaan fungsi dari Halal Center, membantu proses pengurusan administrasi sertifikasi halal.

“Untuk RPH terutama umum tidak harus tersertifikasi melalui tiga lembaga pemeriksa halal utama. Yakni LPPOM MUI, Sucofindo atau Surveyor Indonesia. Tapi bisa melalui seluruh perguruan tinggi bisa siap dengan SDM-nya,” ujarnya.

Di Malang Raya dibutuhkan setidaknya 100 Juleha, agar layanan makan halal ini bisa diberikan mulai dari hulu.

“Kuncinya, dibutuhkan campur tangan pemerintah agar penyedian daging halal itu bisa terwujud,” katanya.

Pihaknya juga siap membantu para anggota Juleha untuk mendapatkan sertifikat sebagai penyelia halal dengan LPPOM MUI. “Itu kalau offline (ngurusnya) Rp 3,5 juta tapi kalau di kami hanya Rp 550 ribu sudah dapat,” tutupnya. (carep-03/fir)

Advertisement

Terpopuler