Edukasi
Pembangkit Energi Terbarukan Berbasis AI Masa Depan Indonesia

KABARMALANG.COM – Pembangkit energi terbarukan berbasis artificial intelligence (AI) menjadi masa depan Indonesia. Prof Dr Eng Ir I Made Wartana MT menegaskan ini dalam pidato ilmiahnya.
Prof Made sendiri baru menjalani pengukuhan Sabtu (20/3). Rektor ITN Malang, Prof Dr Eng Ir Abraham Lomi MSEE mengukuhkannya, di aula ITN.
Prof Made menegaskan, pembangkit energi terbarukan tidak terelakkan. Karena, konsumsi energi fosil sudah terlalu besar.
“Apa lagi, ada prediksi bauran minyak bumi menurun 20 persen. Yakni pada tahun 2050,” ujar Prof Made dalam pidato ilmiahnya.
Kabar Lainnya : ITN Malang Pelopori Pembangunan PLTS 500 KWP Di Kampus 2.
Sebaliknya, bauran energi terbarukan masih rendah. Tahun 2018 lalu, bauran energi terbarukan masih 12, 3 persen.
Padahal, PLN menargetken bauran energi terbarukan 23 persen di 2025. Serta, 31 persen di 2050.
Di sisi lain, Prof Made juga menyorot perjanjian Paris. Indonesia pun menandatangani pakta penurunan emisi gas 2030 sebesar 29 persen.
Satu-satunya cara adalah mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Serta, beralih kepada energi terbarukan.
Prof Made juga merasakan sense of crisis terhadap potensi kelangkaan energi. Karena itu, dia sangat mendorong investasi sektor energi terbarukan.
“Karena, tidak hanya berdampak positif pada lingkungan. Tetapi juga bermanfaat bagi ekonomi jangka panjang,” ringkasnya.
Prof Made menegaskan pentingnya Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (angin). Dia juga menawarkan pendekatan baru dalam optimalisasi PLTB. Yakni, memakai kendali kecerdasan buatan (AI) FACTS berbasis NSGA-II.
Dia mendorong eksplorasi penggunaan energi tebarukan khususnya PLTB. Karena PLTB bisa mengharmoniskan pembangunan, lingkungan dan ekonomi.(carep-04/yds)
Peristiwa3 minggu agoFenomena Viral “Cacing” Persija Usai Kalah dari Persib: Sejarah Spanduk di Samarinda dan Dampak Klasemen
Olahraga3 minggu agoHasil Bali United vs Borneo FC 2-3: Pesut Etam Menang Dramatis, Persaingan Juara dengan Persib Kian Memanas!
Peristiwa3 minggu agoRupiah Melemah Tembus Rp17.516 per Dolar AS Hari Ini 12 Mei 2026, Rekor Tertinggi Akibat Inflasi Global
Peristiwa3 minggu agoIHSG Turun ke Level 6.905 pada 11 Mei 2026: Tertekan Sentimen MSCI dan Pelemahan Rupiah ke Rp17.500
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Jadi Rp51.450 per Gram, Simak Rincian Harga Global dan Lokal
Serba Serbi3 minggu agoHarga Emas Antam Melonjak ke Rp2.859.000 per Gram Hari Ini 12 Mei 2026, Cek Rincian Buyback di Pegadaian
Serba Serbi3 minggu agoHarga Perak Antam Hari Ini 13 Mei 2026 Melonjak Lagi ke Rp56.200 per Gram, Tren Bullish Berlanjut
Peristiwa3 minggu agoPolemik LCC Empat Pilar MPR RI 2026: Insiden Penilaian Viral di Kalbar Berujung Permohonan Maaf dan Penonaktifan Juri





































