Connect with us

Pemerintahan

Kasatreskrim Polres Malang Pindah Tugas, Kenang Saat Jadi Stringer

Published

on

Kasatreskrim Polres Malang Pindah Tugas, Kenang Saat Jadi Stringer
Jurnalis Polres Malang saat memberikan lukisan untuk Andaru yang pindah tugas ke Mojokerto. (Foto : Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Kasatreskrim Polres Malang, sebentar lagi akan berganti. AKP Tiksnarti Andaru Rahutomo akan mengemban amanah baru. Dia akan menjadi Kasatreskrim Polres Mojokerto.

Selama ini, perwira kelahiran Semarang itu terkenal dekat dengan jurnalis. Terutama, yang bertugas di Polres Malang. Tentu saja, awak media merasa kehilangan dengan kepindahannya.

Jurnalis Polres Malang pun menggelar acara perpisahan untuk Kasatreskrim. Perpisahan tergelar di Media Center Polres Malang, Rabu (17/3) malam.

“Saya sudah berdinas di berbagai tempat. Tetapi baru di Kabupaten Malang saya merasa dekat dengan wartawan,” ungkap Andaru dalam sambutannya.

Pria pecinta kopi itu mengakui sempat berjarak dengan wartawan. Tetapi, bukan saat bertugas di Malang.

Menurutnya, wartawan di daerah lain acapkali memelintir wawancaranya. Berita yang mucnul tidak sesuai dengan perkataanya saat wawancara.

“Tetapi, di Malang tidak. Saya bisa dekat dengan para wartawan secara personal. Bahkan, sesekali saya bertukar pikiran dalam penanganan sebuah kasus,” ujarnya.

Apa lagi, saking dekatnya dengan awak media, Andaru kerap menjadi wartawan dadakan. Dia kerap mengambilkan video untuk wartawan ketika ada peristiwa.

“Biasanya kalau ada kejadian. Sedangkan waktunya tidak memungkinkan bagi wartawan untuk berangkat. Saya kerap mengambilkan video kejadian itu,” tuturnya.

“Jadi, kadang ya Kasat, kadang ya stringer,” kenangnya sembari tertawa.

Kabar Lainnya : Presentase Kriminalitas Turun, Ini Penjelasan Kasatreskrim Polres Malang.

Pada akhir acara, Jurnalis Polres Malang memberikan kenang-kenangan. Andaru mendapatkan lukisan gambar wajahnya.

Dalam lukisan itu Andaru tergambar sebagai seorang kesatria. Dia tengah menunggani kuda sembari membusurkan panah ke atas.

Di samping lukisan itu tertera tulisan ‘Lamun Sira Sekti, Ojo Mateni. Lamun Sira Banter, Ojo Dhisik i. Lamun Sira Pinter, Ojo Minteri’.

“Tulisan ini adalah filosofi saya sebagai seorang polisi. Dalam hukum, idiom ini bagi saya bisa efektif untuk restoraive justice,” terangnya.

“Arti kata kata ini adalah Jika kamu sakti, jangan membunuh. Meskipun kita sakti atau punya kuasa, jangan sampai dijadikan senjata untuk membunuh orang lain,” katanya.

“Kemudian jika kamu lari kencang, jangan mendahului. Artinya tetap rendah hati, meski kita punya kemampuan lari lebih cepat dari orang lain. Dan Ketika kita pintar, maka jangan menggurui orang lain,” bebernya.

Andaru bertugas di Polres Malang sejak Oktober 2019 lalu. Sebelumn ini, dia menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Gresik.

Andaru juga peraih bintang Adhi Makayasa Taruna tahun 2009. Selama bertugas di Polres Malang, dia berhasil mengungkap puluhan kasus besar. Mulai dari pembunuhan, kekerasan seksual, serta mafia.

Awal berdinas di Kabupaten Malang, Andaru langsung menghadapi kasus viral. Yakni pembunuhan terhadap pembegal. Dengan pelaku anak di bawah umur, ZA di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

“Dulu sempat kebingungan karena baru pertama berdinas di Polres Malang. Namun, dari kasus itu, saya justru banyak belajar. Tentang bagaimana bermitra dengan awak media,” ujarnya.

Selama bertugas di Polres Malang, kejahatan kriminal selama tahun 2020 mengalami penurunan sebanyak 600 perkara atau sebesar 27 persen.

Namun, istimewanya, pembersihan kejahatan (clearance crime) mengalami peningkatan signifikan. Yakni 720 perkara alias 49,31 persen.(im/yds)

Advertisement

Terpopuler