Connect with us

Serba Serbi

Umat Hindu Karangpandan Jelang Nyepi, Tak Ada Pawai Ogoh-ogoh

Published

on

Umat Hindu Karangpandan Kurangi Sarana Ibadah Nyepi Akibat Pandemi
Pemangku Pura Kahyangan Jagat Kendalisodo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Mangkurasikun saat menyiapkan sesaji untuk ibadah Nyepi. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Umat Hindu bakal merayakan Nyepi secara berbeda, besok (13/3). Karena pandemi covid-19, penata ibadah Nyepi mengurangi kapasitas.

Salah satu pemangku Pura Kahyangan Jagat Kendalisodo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Mangkurasikun membenarkan.

Umat Hindu akan merasakan perbedaan. Banyak hal yang akan berkurang dalam perayaan Nyepi besok.

Kabar Lainnya : Situs Pendem Adalah Candi Hindu Abad 9.

“Kalau rangkaian peribadatan tidak ada yang kurang. Cuma mungkin kapasitasnya. Agar tidak terjadi perkumpulan orang terlalu banyak,” ungkapnya kepada Kabarmalang.com, Jumat (12/3).

Kabar Lainnya : Bukan di Bali, Ini ‘Tanah Lot’ Jawa Timur.

Misalnya, lanjut Mangkurasikun, ogoh-ogoh jelang Nyepi biasanya mencapai 15. Tahun ini cuma ada 1 ogoh-ogoh.

Parisada Hindu Dharma sudah mengatur pelaksanaan Nyepi tahun ini. Harus sesuai dengan protokol kesehatan semua,” ringkasnya.

Sebelum pandemi, ogoh-ogoh menjadi pawai jelang ibadah yang menarik. Bagi pemeluk Hindu, ogoh-ogoh adalah rangkaian Nyepi yang harus terlaksana.

Sebaliknya, bagi masyarakat, ogoh-ogoh menjadi festival. Karena, pemeluk Hindu mengarak berbagai boneka ogoh-ogoh jelang Nyepi.

Kabar Lainnya : Walikota Sutiaji Berdialog Dengan Umat Hindu Jelang Hari Raya Galungan.

Begitu pun jumlah umat yang akan melaksanakan ibadah di pura. Penata ibadah di pura akan mengurangi kapasitas.

“Agar umat bisa ibadah, upacara terlaksana dalam 3 gelombang. Jadi nanti bergantian mulai pagi hingga sore,” tuturnya.

Kabar Lainnya : Pakar UB: Kegiatan Di Rumah Saja Kurangi Bencana Longsor.

Jumlah umat Hindu di Desa Karangpandan mencapai 85 KK. Semua umat, beribadah di Pura Kahyangan Jagat Kendalisodo.

“Dari 85 orang itu nanti akan terbagi tiga gelombang. Sehingga, tetpa bisa melaksanakan ibadah,” tutupnya.(im/yds)

Advertisement

Terpopuler