Serba Serbi
Museum Brawijaya Malang Rawat Alat Musik Era Kolonial

KABARMALANG.COM – Peringatan hari musik nasional terjadi setiap tanggal 9 Maret. Museum Brawijaya Kota Malang bersama Museum Musik Indonesia (MMI) merayakannya dengan merawat alat musik era kolonial.
Puluhan alat musik zaman Belanda itu terpajang di Museum Brawijaya. Mulai dari alat musik tiup seperti saxophone, terumpet, klarinet, trombone, flute hingga alat musik pukul snare drum.
Kepala Museum Brawijaya Kapten ARM Sutrisno membenarkan. Dia bersama relawan MMI membersihkan perangkat musik vintage itu, Senin (8/3) kemarin.
“Perawatan kita, selama ini perawatan manual semampu kita bisa. Tetapi karena tempat masih di luar kaca dan terbuka, akhirnya mudah kotor,” kata Sutrisno kepada wartawan, Selasa (9/3).
“Kedatangannya dulu memang banyak alat yang rusak. Tapi masih identifikasi lagi. Mau kami coba lagi untuk perbaikan supaya berbunyi,” tambahnya.
Sutrisno mengatakan alat-alat musik tersebut merupakan buah tangan dari Belanda pada tahun 1952 silam. Selanjutnya, militer Indonesia yang menggunakannya.
“Militer kita yang membidangi musik memakai alat-alat itu. Kalau sekarang Ajendam dan Kostrad yang ada satuan musiknya. Museum menerima alat musik ini tahun 1977,” paparnya.
Kabar Lainnya : Mini Block Office Kota Malang Resmi Berdiri.
Ketua Museum Musik Indonesia Hengki Herwanto sepakat. Selain upaya perawatan, dia juga menginginkan alat-alat musik bersejarah itu bisa berfungsi kembali.
“Ini baru tahap pembersihan ya. Mungkin ke depannya part – part yang tidak ada mungkin kita cari untuk bisa lengkap. Dan untuk targetnya ya bisa berfungsi lagi,” terangnya.
Baginya, alat musik bersejarah yang terawat dan bersih mampu membangun kepedulian masyarakat. Sebab, itulah warisan sejarah.
“Kita lestarikan. Ya kita kembangkan juga ke depan kemajuan kebudayaan di Indonesia ini. Khususnya budaya seni musik,” harapnya.
Para relawan MMI pun begitu telaten dan cakap saat membersihkan alat musik tersebut. Menggunakan alat pembersih yang tepat.
“Pembersihan menggunakan cairan pembersih deterjen, sikat, amplas, cairan non detergen khusus untuk logam,” tutup Hengki.(fat/yds)
Peristiwa4 minggu yang laluBeredar Isu Kota Malang Sepakat Hentikan MBG, Wakil Ketua DPRD Tegaskan Isu Tidak Benar
Peristiwa4 minggu yang laluSatreskrim Polres Malang Raih Dua Penghargaan Polda Jatim Berkat Ungkap 3C dan Selesaikan 957 Perkara
Olahraga4 minggu yang laluManchester United Menang 4-0 atas Sabah FK di Liga Champions 2026/27
Olahraga4 minggu yang laluDewa United vs Bhayangkara FC Berakhir 2-2, Denilson Junior Jadi Penyelamat di Menit 85
Serba Serbi3 minggu yang laluCoway Indonesia Perluas Jangkauan Pasar Surabaya Lewat IBT 2026 dan CSR
Pemerintahan2 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Perkuat Perlindungan Anak dari ABH dan Terorisme
Pemerintahan3 minggu yang laluDinsos Kota Malang Minta HRD Pabrik Rokok Kawal Penyaluran BLT DBHCHT 2026
Pemerintahan2 minggu yang laluDinsos P3AP2KB Kota Malang Perkuat Layanan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak
























