Connect with us

Wisata

Lembah Indah Malang Naikkan Harga

Diterbitkan

,

Lembah Indah Malang Naikkan Harga
Lembah Indah, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Lembah Indah Malang bakal membatasi jumlah pengunjungnya. Karena itu, harga tiket masuk bakal naik.

Owner Lembah Indah Malang, Yahya Suharya membenarkan. Tidak hanya harga tiket masuk, tarif penginapan juga naik.

“Nilai kenaikan tiket masuk mencapai 150 persen. Semula Rp 20 ribu. Sekarang menjadi Rp 50 ribu per orang,” ujar Yahya kepada Kabarmalang.com, Rabu (23/12).

Sementara, kenaikan harga penginapan mencapai 90 persen. Semula, harganya sekitar Rp 600 ribu.

“Sekarang menjadi Rp 1 juta,” tuturnya.

Kenaikan ini tidak lepas dari pembatasan jumlah pengunjung. Pengelola tempat wisata tidak mau mengambil risiko menjadi klaster.

Protokol kesehatan wisata di kaki gunung Kawi itu ketat. Bahkan, penutupan wisata saat Tahun Baru pun tetap memakai prokes.

“Kami menyediakan tempat cuci tangan dan masker. Itu sebagaimana petunjuk Pemerintah Kabupaten Malang,” terangnya.

Tempat wisata di kaki gunung Kawi ini sedang laris. Karena, keindahan pemandangannya sangat instagramable.

Biasanya, wisatawan gunung Kawi mampir juga ke situ. Dulu, kawasan pegunungan ini hanya mengandalkan wisata religi.

Tetapi, kehadiran Lembah Indah Malang menyemarakkan kawasan Ngajum ini.

 

Lembah Indah Batalkan Even Akustik

Sementara itu, Pemkab Malang mengeluarkan kebijakan penutupan wisata. Selama tahun baru, tak boleh ada wisata buka.

Tak terkecuali, wisata di kaki gunung Kawi ini.

Kebijakan itu berlaku 30 Desember sampai 1 Januari 2021. Ini tertuang dalam surat edaran nomor 556/1223/35.07.108/2020.

Lembah Indah Malang mengaku siap mematuhi kebijakan tersebut.

“Kebijakan ini sebenarnya berat. Tetapi, kami tetap akan mematuhi kebijakan Pemkab Malang. Karena, demi mencegah penyebaran Covid-19,” terang General Manager Lembah Indah, Yoyon Suryono, Rabu (23/12).

Yoyon mengaku sudah merencanakan event akustik. Ini untuk merayakan malam tahun baru. Tetapi, karena aturan ini, event tersebut batal.

“Konsep akustik itu menerapkan protokol kesehatan. Tetapi, karena kebijakan pemerintah, rencana event itu batal,” tutupnya.(im/yds)

Iklan

Terpopuler