Pemerintahan
Meski Pandemi, SMK Nasional Malang Luncurkan E-Bike

KABARMALANG.COM – SMK Nasional Malang, meski sedang masa pandemi, tetap unjuk kreatifitas dan inovasi, dengan meluncurkan sepeda listrik, yakni E-Bike.
Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko bersama sivitas akademika SMK Nasional Malang, melaunching E-Bike, di SMK Nasional Malang, Sabtu (12/12).
Muhammad Taufik, Kepala SMK Nasional Malang mengatakan bahwa inovasi tersebut muncul dari tren sepeda yang muncul di masa pandemi.
Menurutnya harga unit sepeda baru meningkat tajam. Bukan hanya harganya yang naik, tapi unitnya juga harus antri.
“Sehingga kami melihat ada peluang di sini, kemudian kami bergerak di ekonomi kreatif. Jadi karena kami bukan pabrikan atau manufaktur, kami bergerak di ekonomi kreatif,” kata Taufik, kepada wartawan, Sabtu (12/12).
E-Bike menggunakan frame bekas. Lalu dimodifikasi karena SMK memiliki bengkel lengkap, dari bengkel mesin, bengkel las, dan peralaran pengecatan.
“Sehingga setelah itu kami modifikasi, kami pasangkan part-part kelistrikannya. Sehingga jadi seperti sepeda baru, persis sepeda baru,” tuturnya.
Harganya E-Bike bervariasi, menyesuaikan jenis dan part yang disematkan. “Mulai Rp 4 juta untuk icon kami, harganya terjangkau. Ini batrenya litium ion,” terangnya.
Taufik menuturkan ada beberapa siswanya di masa pandemi yang kesulitan dalam mencari perusahaan untuk praktek industri.
“Anak-anak yang kesulitan dalam mengakses perusahaan itu, kami libatkan untuk memproduksi E-Bike ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko sangat mengapresiasi kreatifitas dan inovasi siswa SMK Nasional Malang.
“Hari ini, hari yang bersejarah, karena di Kota Malang telah dilaunching e-bike maupun gas bike di SMK Nasional Malang,” ujar Bung Edi, sapaan Wawali Kota Malang.
Bung Edi, mengharap semoga inovasi ini bisa terus dikembangkan oleh SMK Nasional, untuk kepentingan masyarakat dan pemerintahan.
“Saya kira ada yang perlu dan pas untuk dilakukan, sesuai kebutuhan di tengah-tengah masyarakat,” terangnya.
Kalau kebutuhan Pemkot Malang, bisa digunakan untuk patroli antar kampung, berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.
“Selain itu juga bisa digunakan di kampung-kampung tematik dan tempat kunjungan wisata yang ada di Kota Malang,” tambahnya.
Seperti berkunjung ke Kayutangan Heritage, kampung warna warni, kampung putih, ke kampung biru dan melihat pasar burung.
“Sehingga udara kita juga semakin bersih dan hemat energi. Ini peluang baru sebagai lahan usaha masyarakat memenuhi kebutuhan wisatawan yang datang ke Malang,” jelasnya.
Bung Edi menyaampaikan selamat dan sukses. “Semoga masyarakat semakin mencintai produk-produk dalam negeri ini,” tutupnya. (fat/fir)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Serba Serbi1 minggu agoRupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Intip Rincian Kurs BCA dan Mandiri




































