Connect with us

Kabar Batu

Kota Batu Kembali Ke Zona Orange

Published

on

IMG20201209102051 scaled
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat diwawancarai awak media. (Foto : Arul)

 

KABARMALANG.COM – Kota Batu kembali masuk zona orange covid-19. Data Satgas Pemprov Jatim memastikannya.

Kota Batu tercatat memiliki 956 kasus terkonfirmasi positif. Ada 1 tambahan kasus pada Rabu kemarin (9/12). Serta, angka kasus aktif yang mencapai 152 kasus.

Sementara, angka kesembuhan mencapai 728 orang. Dengan rincian penambahan 10 orang sembuh data terakhir.

Korban meninggal di Kota Batu yang 76 jiwa. Sehingga Kota Batu menjadi berisiko sedang.

“Sekarang sudah jadi zona orange. Ini sesuai data Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Batu. Tiga hari terakhir hanya bertambah 3 kasus saja,” ungkap Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Kamis siang (10/12).

Walaupun begitu, Pemkot Batu tetap bersiap menghadapi high season. Peraturan akan diperketat kepada wisatawan Kota Batu.

Misalnya, mereka diharuskan membawa hasil rapid test dari daerahnya. Peraturan penyertaan rapid test saat berwisata sebenarnya telah dilakukan.

Namun, aturan akan diperketat menjelang liburan akhir tahun. Pemkot Batu berupaya tidak masuk zona merah lagi.

Ketua PHRI Kota Batu Sujud Hariadi mengamini. Peraturan rapid test dalam berwisata sudah dilakukan sejak Juli lalu.

Tapi, hal ini tidak berjalan secara maksimal. Aturan hanya dijalankan wisatawan yang datang sebagai rombongan.

“Sudah berjalan, namun untuk rombongan. Kalau wisatawan reguler atau keluarga jarang bisa dulakukan,” tuturnya.

Banyak wisatawan reguler reservasi melalui agen wisata online. Sehingga wisatawan hanya cek suhu ketika tiba di hotel. Mereka tak menyerahkan hasil rapid test.

 

Sosialisasi Rapid Test Harus Jangkau Agen Wisata

Sementara itu, perhotelan meminta sosialisasi pengetatan penyertaan rapid test. Tak hanya perhotelan, agen wisata online dan offline harus diberitahu.

Jika peraturan tersebut disampaikan di hotel, wisatawan kecewa. Apalagi, Si wisatawan sudah terlanjur jauh-jauh datang.

“Sistem reservasi agen wisata tidak menyediakan opsi refund. Bisa membuat wisatawan marah. Agen pun perlu diberi sosialisasi,” tutur GM Hotel Aston Inn Didik Rocky Wahyono.

Dia berharap Pemkot Batu bisa segera melakukan sosialisasi. Pun, sosialisasinya harus berulang dan dalam waktu lama.

Rocky juga membeberkan, beberapa hotel mengalami pembatalan reservasi. Terutama, ketika Kota Batu kembali menjadi zona merah.

“Banyak tamu yang cancel. Itu saat Kota Batu dinyatakan zona merah,” tandasnya.(arl/yds)

Advertisement

Terpopuler