Pemerintahan
Cegah Potensi Diabetes, Ubah Pola Makan

KABARMALANG.COM – Jelang World Diabetes Day 2020, para ahli meminta masyarakat waspada. Pasalnya, sepuluh juta orang Indonesia tahun 2019, penyandang diabetes.
Situasi ini diperparah dengan kondisi pandemi. Diabetes masih masuk 5 besar komorbid Covid-19.
Sehingga, pola makan dan gaya hidup buruk harus diubah.
“Harus ubah lifestyle. Ubah pola makan, olahraga dan stop smoking,” ujar Prof Dr dr Sidartawan Soegondo SpPD-KEMD FINASIM FACE dalam Press Conference World Diabetes Day 2020 “Bersama Diabetasol, Sayangi Dia”, secara daring (3/11).
Prof Sidartawan juga Executive Board Member IDF Western Pacific Region. Dia paham betul bahwa ancaman komplikasi diabetes.
Ini karena diabetes selalu berkaitan dengan penyakit lain.
Misalnya, stroke dan jantung coroner. Praktis, perubahan pola hidup bermanfaat bagi pencegahan diabetes.
Dia pun menekankan pentingnya pre diabetes. Supaya, potensi diabetes bisa terdiagnosa lebih cepat. “Cek dan deteksi awal menjadi penting,” tambah Prof Sidartawan.
Diabetes Silent Killer Komorbid Covid-19
Prof Dr dr Ketut Suastika SpPD-KEMD ikut mengamini Prof Sidartawan. Ketum Perkeni ini bahkan menekankan pentingnya perubahan pola makan.
“Saat pre diabetes, harus diintervensi pola makannya. Juga, gaya hidup dan olahraganya,” tandas Prof Suastika.
Penegasannya, tak lepas dari status diabetes sebagai komorbid Covid-19. Menurutnya, diabetes menduduki posisi tiga besar ‘pembunuh’ selama pandemi.
Nomor satu dan dua diduduki stroker dan jantung koroner.
Tapi, diabetes lebih horor. Karena 2/3 penyandangnya tak sadar memiliki diabetes. Tak heran, diabetes dijuluki silent killer.
“Perubahan pola hidup tidak tergantung pandemi. Olahraga di dalam rumah pun bisa,” tambahnya.
Dr dr Sony Wibisono Sp PD-KEMD FINASIM sepakat dengan dua profesor. Presiden PB Persadia ini menambahkan pentingnya peran support system.
Yaitu, keluarga dari penyandang diabetes. Persadia bukan hanya kumpulan dokter dan penyandang diabetes.
“Di situ ada ahli gizi, perawat dan guru olahraga. Keluarga penyandang diabetes ada juga,” tutur dr Sony.
Keluarga adalah jembatan edukasi penyandang diabetes. Karena, sesi pertemuan dokter dengan penyandang diabetes terbatas.
Keluarga penyandang diabetes-lah yang bisa mengintervensi gaya hidup. Termasuk, pengaturan gizi dan pola makan.

Suasana konferensi pers daring oleh Diabetasol jelang WWD 2020
Diabetasol hadir sebagai support gizi dan pola makan diabetes. Karena, Diabetasol memiliki kandungan nutrisi seimbang.
“Sehingga, bukan hanya soal gula darah. Diabetasol memiliki nutrisi lengkap. Bisa meningkatkan imunitas tubuh. Yang sangat membantu dalam kondisi pandemi,” ujar Tunghadi Indra, Director of Special Needs and Healthy Lifestyle Nutrition, KALBE Nutritionals.
Tunghadi menegaskan Diabetasol membantu meringankan perubahan pola makan diabetes. Segala informasi soal diabetes, bisa diakses di https://diabetasol.com/id. (carep-04/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan3 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik































