Connect with us

Kabar Batu

Kemacetan Dobel, Rekayasa Lalin Diterapkan di Tiga Titik

Published

on

IMG 20201031 143400 e1604136419841
Suasana lalu lintas Kota Batu 31 Oktober 2020. (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Kepadatan kendaraan yang lalu lalang di Kota Batu meningkat. Polres Batu pun meresponnya dengan menerapkan rekayasa lalu lintas.

Beberapa jalur yang direkayasa adalah simpul macet. Antara lain Jalan Imam Bonjol dan Jalan Dewi Sartika.

Lalu, Jalur Lintas Barat yang terletak di Desa Oro-oro Ombo.

“Terpantau ada tiga titik kemacetan. Yakni di pertigaan Desa Pendem. Pertigaan Songgokerto. Serta pertigaan Bendo,” ungkap Kasat Lantas Polres Batu AKP Mala Darlius, Sabtu (31/10) kepada Kabarmalang.com.

Menurutnya, kemacetan simpang tiga Songgokerto terjadi karena ‘bottle neck’. Yaitu, perpindahan arus kendaraan dari jalur lebar ke sempit.

Sementara, simpang tiga Bendo macet karena persimpangan kendaraan. Di situ adalah tempat bertemunya kendaraan dari tiga kawasan.

Yakni, Karangploso Kabupaten Malang, Cangar Mojokerto, dan Kota Batu.

Sementara, simpang tiga Pendem macet karena persimpangan dua wilayah. Yaitu kendaraan Kota Malang dan Kabupaten Malang.

Mala mengaku belum mengkalkulasikan kendaraan secara keseluruhan.

“Namun kami pastikan mobilitas kendaraan naik dua kali lipat. Dengan perhitungan 60 kendaraan per menit,” jelasnya saat ditemui di kawasan Lippo Plaza Batu Jalan Dewi Sartika.

Biasanya, jalan hanya dilalui 30 kendaraan per menit. “Semoga tidak ada gejolak atau apapun. Sehingga Kota Batu masih tetap aman untuk dikunjungi,” tandasnya.(arl/yds)

Advertisement

Terpopuler