Olahraga
Arema FC : Dapur Pekerja Bola Terancam

KABARMALANG.COM – Arema FC berharap pemerintah memahami situasi klub sepak bola. Tanpa liga, ofisial klub bakal termatikan ekonominya.
Kitman, masseur, penjaga mess, karyawan kantor, dapurnya terkatung-katung. Karena klub tak ada pemasukan, dapur mereka terancam.
Manajemen Singo Edan tidak berharap besar. Minimal, ada alternatif pendapatan bagi ofisial.
“Minimal ada solusi alternatif. Agar, dapur pekerja sepak bola terus mengepul,” ujar Sudarmaji, Media Officer Arema FC, kepada Kabarmalang.com, Kamis (14/10).
Situasi saat ini memang mematikan pekerja bola. Mereka semua harus kehilangan pendapatan utamanya.
Apalagi, start liga tak kunjung disepakati. PSSI dan PT LIB setuju. Eh, Polri yang menolak memberi izin pengamanan.
Arema FC tidak mau terlibat pusaran konflik itu. Singo Edan manut apa kata federasi sebagai induk.
Tapi, Arema tetap berpegang pada aturan. Dengan harapan, liga berjalan. Lalu, pekerja bola kembali memperoleh penghasilan.
Sehingga, tak sampai merepotkan negara. “Jangan sampai ini jadi beban negara. Sedangkan, perusahaan dan pemilik klub sudah beritikad baik,” ujar Sudarmaji.
“Klub sangat bisa menerima dan menjalankan arahan protokol kesehatan. Serta, menerima sanksi andai ada pelanggaran,” imbuhnya.
“Kami masih sangat percaya, negara punya solusi alternatifnya,” tutup Sudarmaji.(carep-04/yds)
Peristiwa21 jam agoPolres Malang Gandeng Komunitas Ojol Jadi Mitra Operasi Patuh Semeru 2026
Peristiwa19 jam agoPolres Malang Kembalikan Barang Bukti Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Kepada Korban
Peristiwa16 jam agoPolres Malang Tangkap Pemburu Satwa Dilindungi Landak Jawa di Sumbermanjing Wetan
Pemerintahan15 jam agoWali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Terwujudnya Pesantren Ramah Santri
Olahraga10 jam agoBorneo FC Merangsek Naik Peringkat Klasemen Pekan ke 7 Super League 2026
Serba Serbi23 jam agoIndeks Harga Saham Gabungan IHSG Ditutup Melemah Tajam ke Level 5.266
Serba Serbi37 menit agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Rabu 28 Oktober 2026 Cerah Berawan Hingga Hujan Petir























