Connect with us

Peristiwa

Langka! Fenomena Cincin Matahari, Begini Penjelasan Kepala Stasiun Geofisika Karangkates Malang

Published

on

IMG 20200927 141838
Langka! Fenomena Cincin Matahari

 

KABARMALANG.COM – Hari ini, Minggu (27/09/2020) linimasa sosial media Whatsapp ramai dengan adanya fenomena alam langka. Yakni sinar matahari bercincin. Berdasarkan pantauan Wartawan Kabarmalang.com, fenomena itu terjadi sejak sekitar pukul 11.00 hingga pukul 12.30 WIB.

Kepala Stasiun Geofisika Karangkates Malang, Musripan mengatakan bahwa fenomena semacam itu memang termasuk langka.

“Fenomena itu disebut Halo. Yaitu fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari,” ungkapnya.

Menurut Musripan, fenomena alam itu terjadi akibat pembiasan sinar matahari oleh awan tinggi.

“Awan yang membiaskan sinar matahari itu merupakan awan tipis cirrus yang berada pada ketinggian 6.000 meter dari permukaan bumi. Sehingga matahari seperti dilingkari cincin atau muncul warna pelangi,” tegasnya.

Awan cirrus itu, lanjut Musripan, mempunyai partikel yang sangat dingin dan biasanya berwujud kristal es. Awan cirrus (awan tinggi) yang super dingin inilah, yang membiaskan cahaya matahari sehingga membentuk seperti cincin yang melingkari matahari.

“Peristiwa munculnya fenomena halo yang terpantau sejak pukul 10.00 WIB ini adalah peristiwa biasa seperti halnya pelangi dan bukan pertanda bencana, seperti gempa atau lainnya,” beber Musripan.

Oleh karena itu, lanjut Musripan, masyarakat tidak perlu panik atau terpengaruh dengan mitos atau informasi yang bisa menyesatkan terkait fenomena tersebut.

“Dan Biasanya kalau sudah beberapa saat setelah matahari bersinar dan memanaskan partikel air yang super dingin di awan cirrus, maka fenomena itu akan hilang,” tukas Musripan. (haq/fir)

Advertisement

Terpopuler