Connect with us

Kabar Batu

Kota Batu Butuh RIPPDA, Djonet: Itu Bisa Kembangkan Potensi Wisata

Diterbitkan

||

Sudjono Djonet Anggota DPRD Partai Nasdem

 

KABARMALANG.COMKota Batu merupakan Kota Destinasi Wisata di Indonesia setelah Bali dan Yogyakarta. Hal ini masih belum sempurna tanpa adanya Perda (Peraturan Daerah) RIPPDA (Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah).

Menurut Sudjono Djonet anggota DPRD Kota Batu, sebagai pedoman saat pemerintah melakukan pengelolaan, pemberdayaan dan pengembangan potensi pariwisata secara tepat, terencana dan terukur.

“Kota Batu ini masih bisa berkembang secara pesat. Jangan sampai nanti pariwisata berkembang pesat tanpa terukur seperti yang terjadi pada Wahana Wisata Alaska,” ujar politisi partai Nasdem ini, Jumat (21/08/2020).

Oleh sebab itu, lanjut Djonet, pengaplikasian RIPPDA itu berfungsi sebagai kompas atau pedoman bagi pengelolaan dan penataan kepariwisataan di daerah.

Keberadaan dan pentingnya RIPPDA tersebut, sejatinya sudah diatur UU nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan. Di sisi lain, eksistensi RIPPDA yang dimaksud ini harus sejalan dengan Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Kota Batu mendatang.

Selain itu, RIPPDA ini merupakan pintu gerbang bagi lahirnya regulasi wujudkan visi misi pimpin daerah desa berdaya kota berjaya. Regulasi tersebut juga bisa dijadikan pendukung terwujudnya desa wisata secara komprehensif.

“Tidak ada lagi alasan bagi pemerintah daerah untuk menunda-nunda atau tidak merespon regulasi ini. Keberadaan Perda tentang RIPPDA akan sangat menentukan arah pemberdayaan dan pengembangan potensi pariwisata di Kota Batu.” Tukasnya. (arl/fir)

Kabar Batu

Polisi Amankan Long Weekend Kota Batu

Diterbitkan

||

Anggota Polres Batu saat menegur pengendara roda dua. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Intensitas mobilisasi wisatawan Kota Batu meningkat sejak Rabu kemarin (28/9). Polres Kota Batu pun menurunkan 120 personelnya.

Ini untuk mengamankan lajur jalan raya Kota Apel tersebut.

“Kami akan ketat mengawasi protap kesehatan (prokes) di jalan,” ungkap Kasatlantas Polres Batu AKP Mala Darius, Kamis siang (29/10).

Dua hari terakhir, belum ada pelanggaran prokes di jalan. Menurut Mala, ledakan wisatawan tak bisa dibendung.

Namun, Polres Batu mengantisipasinya dengan penegakan aturan. Larangan saat berkendara juga disampaikan.

Misalnya, berkemudi sambil main handphone. Lalu pengemudi di bawah umur. Setelah itu, berboncengan lebih dari satu orang.

Pengguna helm non SNI dan ugal-ugalan bakal ditindak. Mala membeberkan, Polres Batu membentuk tiga pos utama.

Supaya, long weekend Batu aman terkendali. Misalnya, pos pelayanan didirikan di Jatim Park dan Museum Angkut.

Pos pantau blank spot rawan kecelakaan juga disiapkan. Lokasinya di Pujon dan Ngantang.

“Terakhir pos pengamanan di pertigaan Pendem,” tandasnya. (arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Terinspirasi Yogyakarta, Serap Ide Edukasi Kaus Wisata

Diterbitkan

||

Kabag Humas Pemkot Batu Santi Restuningsasi saat mempelajari wisata edukasi pembuatan kaos (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM Pemkot Batu terinspirasi wisata edukasi pembuatan kaos Yogyakarta. Ini bisa menjadi ide baru destinasi di Batu.

“Kalau edukasi pembuatan kaus memang belum ada. Rata-rata wisatawan hanya membeli saja,” terang Bambang Irawan, pelaku usaha kaus Kota Batu kepada Kabarmalang.com, Rabu petang (28/10).

Kaus wisata Kota Batu belum menjadi andalan produk wisata. Ini jika dibandingkan dengan buah apel dan produk turunannya.

Santi Restuningsasi Kabag Humas Pemkot Batu tertarik konsep ini. Edukasi pembuatan kaus di pusat oleh-oleh bisa mendorong penjualan.

Ini karena wisatawan secara langsung bisa mengetahui bahan kaus. Serta, melihat cara pembuatan kaus sebelum membeli.

“Jadi bisa membeli sesuai dengan kebutuhan. Memilih bahan dan menyesuaikan budget yang dimiliki,” jelasnya. Inspirasi ini akan dibawa ke Kota Batu.

Serta, menjadi masukan untuk pengembangan destinasi wisata edukasi kaus.

Hal senada diungkapkan Rahman Surahman pengelola Omah Oblong Sleman, Yogyakarta. Dia mengakui bahwa edukasi pembuatan kaos cukup mendongkrak penjualan.

“Wisatawan tidak merasa tertipu. Biasanya harga Rp 50 ribu dapat bahan polyester. Yang harusnya harga Rp 30 ribu. Di sini mereka bisa mendapatkan kaus katun. Yang halus dan sejuk,” tandasnya. (arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Dispertan Siapkan Cold Storage Untuk Petani

Diterbitkan

||

Ilustrasi Petani Kota Batu ( Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Petani buah sayur Kota Batu menghadapi persoalan jelang panen raya. Produk melimpah berpotensi cepat busuk bila tak segera dijual.

Dispertan Kota Batu merespon persoalan ini. Dispertan akan melakukan pengadaan dua unit cold storage.

Yaitu, kulkas besar untuk penyimpanan panen sayur buah petani.

Cold storage bakal ditempatkan di dua desa. Pertama, Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji.

Kedua, Desa Pendem Kecamatan Junrejo.

“Akan dilaksanakan pada 2021 mendatang. Setidaknya membutuhkan anggaran Rp. 10 milyar,” ujar Sugeng Pramono Kadispertan Kota Batu, Rabu siang (28/10).

Dengan dua cold storage tersebut, Sugeng berharap petani terbantu. Hasil produk pertanian petani diharap lebih awet.

Sehingga, petani bisa menekan potensi harga rendah panen raya.

Sugeng juga menarget pengadaan ini bisa masuk recovery ekonomi nasional. Sehingga pembangunan cold storage bisa terwujud sesegera mungkin.

“Ini juga menyelamatkan ikon Kota Batu. Karena, banyak petani Batu yang berganti varietas jeruk. Akibat, tanaman apel yang harganya semakin menurun,” imbuhnya.

Sugeng yakin varietas apel akan tetap survive. Serta tetap menjadi ikon kota destinasi wisata ini.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com