Connect with us

Kabar Batu

Pembangunan Pasar Besar, Pemkot Batu Janji akan Transparan

Diterbitkan

||

Suasana rapat terbuka HPP di Pasar Besar Batu

 

KABARMALANG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) berjanji akan transparan dalam pembangunan Pasar Besar Batu. Hal ini disampaikan Walikota Batu Dewanti Rumpoko pada rapat terbuka dengan para pedagang yang digelar Himpunan Pedagang Pasar (HPP) di Unit 1 Pasar Besar Kota Batu.

Rapat tersebut membahas Pasar Besar Batu yang akan dibangun pada 2021 nanti. Terkait pembangunan ini para pedagang khawatir jika nanti tidak selesai (mangkrak) karena dilaksanakan di tengah pandemi.

“Jadi kami harap pedagang jangan sampai takut anggaran APBN sebesar Rp 200 miliar ini tidak keluar,” ujar Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Selasa (18/08/2020) ketika forum rapat.

Kalau memang masih takut, lanjut Bude sapaan akrabnya Walikota Batu, jangankan Rp 200 miliar meskipun Rp 400 miliar juga akan tetap dilaksanakan dengan menggunakan APBD Kota Batu. Oleh sebab itu, ia berjanji akan selalu terbuka terhadap para pedagang di Pasar Besar.

Senada, Eko Suhartono Kepala Diskoumdag Kota Batu menerangkan bahwa pihaknya akan terbuka terkait dana, DED (Detailed Engineering Design), dan Data yang diperoleh. Ia bahkan menyanggupi tidak keberatan jika pihak HPP dan Paguyuban ikut serta dalam mendata pedagang yang ada.

“Kami upayakan agar terus terbuka. Kalau sudah transparan seperti ini maka jalan buntu bisa diminimalisir,” tuturnya kepada wartawan. Eko menambahkan, semoga proses relokasi para pedagang nanti pada 22 Agustus dapat berjalan lancar dengan tertib.

Terpisah, Johan Bambang Irawan Wakil HPP Kota Batu mengatakan pihaknya cukup bersyukur dengan adanya keterbukaan dari Pemkot Batu. Ia berharap pertemuan formal ini tidak hanya berjalan satu kali sehingga bisa meminimalisir kontradiksi antara kedua belah pihak.

“Sempat ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. Namun semoga nanti bisa dijawab dipertemuan berikutnya,” tutur Johan. (arl/fir)

 

Kabar Batu

Geram Jadi Incaran Maling, Pencuri Kotak Amal Dilaporkan Polisi

Diterbitkan

||

Oleh

Yono menunjukkan kotak amal yang telah dibobol pencuri

 

KABARMALANG.COM – Geram tempat ibadahnya sering disatroni maling, Warga Mushala Nurul Islam, Dusun Jeding, Kecamatan Junrejo Batu memilih melaporkan ke pihak kepolisian.

Kemarahan ini memuncak ketika pada Jumat kemarin (25/09/2020) kamera CCTV kembali menangkap pelaku pencurian kotak amal di mushala tersebut.

“Jadi saat mushala sepi. Aksinya sebentar hanya 3 menit, mencongkel dan membawa kabur uang kotak amal,” terang salah satu warga sekitar, Adi Wiyono pada Senin pagi (28/09/2020) ketika dikonfirmasi Kabarmalang.com.

Padahal, lanjut Adi Wiyono, sebelumnya mushala tersebut digunakan untuk salat Jumat. Ketika dirasa aman, pelaku langsung menggasak kotak amal. Tindak pencurian itu dilakukan saat pelaksanaan ibadah salat Jumat.

Menurut pria yang akrab disapa Yono tersebut, ia menceritakan dari rekaman CCTV, terlihat pria tersebut memarkir kendaraannya di depan mushala. Saat turun, pelaku tampak mondar mandir mengawasi situasi sekitar.

Yono menambahkan, tak membutuhkan waktu yang lama pelaku itu menguras seluruh uang di dalam kotak amal dengan cara mencongkel gembok. Pelaku masuk ke mushala sekitar pukul 11.54 WIB dan keluar pukul 11.58 WIB. Agar tak diketahui warga, pelaku kemudian menutup kaca dengan papan kayu.

Aksi pencurian kotak amal tersebut juga telah dilaporkan ke Satreskrim Polres Batu. Yono mengirimkan laporan tertulis melalui aplikasi perpesanan whatsapp.

“Kalau secara resmi belum. Tapi sudah dibalas sama Reskrim Polres Batu. Katanya mau ada olah TKP juga,” tukasnya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Karena Pandemi, Biro Umroh Merugi Rp. 140 Triliun

Diterbitkan

||

Oleh

Suasana ibadah umroh di Mekkah (Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dimasa pandemi Covid-19 yang bergulir sejak Maret lalu ternyata cukup mencengangkan bagi biro PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh).

Pasalnya, dari 1 juta jamaah umroh yang akan diberangkatkan pada tahun 2020 hingga saat ini hanya 30 persen yang terealisasi.

“300 ribu jamaah telah rampung dan sisanya masih belum. Kalau bicara tentang kerugian, tentu bukan hal yang sedikit buat kami,” papar Mantan Ketua DPP Amphuri (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia), Joko Asmoro pada Minggu siang (27/09/2020).

Joko Asmoro mengungkapkan setidaknya untuk satu jemaah setidaknya asumsi biaya minimal sekitar Rp. 20 juta dengan pemberangkatan 80 ribu jamaah perbulannya.

Kepada Kabarmalang.com, Joko menerangkan kebijakan yang diberlakukan sejak 27 Februari lalu adalah menghentikan penularan Covid-19 dan ditambah dengan dibatalkannya pelaksanaan ibadah haji khusus semakin menambah pukulan bertubi-tubi bagi biro travel haji dan umroh.

Oleh sebab itu, menurutnya moratorium itu mempersempit perolehan margin provit yang mempengaruhi arus kas perusahaan. Tak berhenti sampai disitu, Potensi kerugian biro perjalanan semakin menganga jika memperhitungkan dampak pembatalan haji sekaligus.

Dari kuota 17.500 ribu jemaah haji khusus, terdapat 7.500 calon jemaah khusus yang berada biro perjalanan di bawah naungan Amphuri. “Semoga pandemi segera berakhir dan segera bisa memulai ibadah ke tanah suci. Dan jika ada yang lunas maka akan segera berangkat ketika ada kesempatan,” imbuh Joko. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Program Swasembada Pangan, Pemkot Batu Siapkan 7 Hektar Lahan

Diterbitkan

||

Oleh

Lahan pertanian pangan non beras

 

KABARMALANG.COM – Program pemerintah pusat tentang swasembada pangan mendapatkan dukungan penuh dari Pemkot Batu melalui Dinas Pertaniannya.

Tak tanggung-tanggung, dalam dukungan tersebut pemkot menerangkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan seluas 7 hektar yang terletak di dua tempat berbeda.

“Lahannya ada di Kelurahan Songgokerto dan Kelurahan Dadaprejo. Dalam lahan tersebut kami akan menanam tanaman pangan non beras,” papar Sekretaris Dinas Pertanian Kota Batu Hendry Suseno, Minggu siang (27/09/2020).

Hendry mengungkapkan alasan untuk menanam bahan pangan non beras dikarenakan luasan hamparan lahan padi di Kota Batu tidak seluas di Kabupaten Malang dan juga bukan menjadi daerah sentra padi.

Lebih lanjut, Hendry menambahkan tanaman yang akan ditanam diantaranya adalah umbi-umbian seperti ubi jalar dan ubi kayu ditambah dengan adanya inovasi tersebut diharapkan bisa mencukupi kebutuhan pangan di Kota Batu.

Selain itu pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Kota Batu agar inovasi yang dibuat bisa lebih maksimal.

“Harapannya bisa mencukupi kebutuhan pangan di Kota Batu, sehingga tidak perlu mengambil dari luar lagi. Nanti kedepan kami juga akan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan agar bisa saling bersinergi untuk kemajuan Kota Batu,” tuturnya.

Terlebih dimasa pandemi Covid-19 seperti saat ini, banyak daerah maupun negara yang berlomba-lomba untuk kemandirian pangan baik untuk ketahanan pangan maupun swasembada pangan. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com