Connect with us

Kabar Batu

Merasa Kecewa, PKL Pasar Pagi Protes Masalah Relokasi

Diterbitkan

||

Rakor PKL Kota Batu dengan Kadiskoumdag dan Ketua DPRD Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Pedagang kaki lima (PKL) Pasar Pagi protes masalah relokasi. Para pedagang ini merasa kecewa dengan keputusan Diskoumdag (Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan) Kota Batu yang akan kembali memindah tempat mereka berdagang.

“Perjanjian awalnya itu di daerah gedung KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia),” terang Rubianto Ketua PKL Pasar Pagi.

Pasalnya, PKL pasar pagi yang beranggotakan 1.097 pedagang tersebut diwacanakan akan kembali direlokasi ke tempat yang berbeda sehingga menimbulkan penolakan dari para pedagang.

“Beberapa hari lalu, kami malah diwacanakan akan dipindah di sepanjang jalan Stadion Barat Kelurahan Sisir. Karena tempat relokasi pertama akan digunakan oleh HPP,” katanya.

Karena keputusan itulah, secara tegas pihaknya menolak karena dinilai tempat relokasi kedua memiliki lajur yang cukup miring. Sehingga tidak maksimal jika dilakukan aktifitas jual beli.

Tak hanya itu saja, lanjut Rubianto, ukuran yang diberikan kepada PKL juga dianggap kurang layak karena ukuran 1×1,5 atau 1×2 meter terkesan cukup kecil. Setidaknya butuh sekitar 2×2 meter per lapak.

Rubianto juga menambahkan, jika nantinya relokasi di daerah gedung KONI ini digunakan oleh HPP maka pihak PKL pasar pagi meminta untuk mengambil setengah jalan, dari Jalan Kembar di Jalan Sultan Agung.

Sementara itu Eko Suhartono, Kepala Diskoumdag Kota Batu membeberkan bahwa pihaknya masih akan terus memaksimalkan kawasan gedung KONI tersebut. Namun jika memang kawasan tersebut kurang maksimal maka pihaknya akan merambah ke sebagian Jalan Sultan Agung.

“Tapi masih akan kami bicarakan dengan Walikota Batu. Kami meminta kesadaran pedagang untuk mau bekerjasama dengan Pemkot Batu menjelang pembangunan Pasar Besar ini,” terangnya.

Eko Suhartono juga menyampaikan akan terus melakukan komunikasi dengan pedagang di Pasar, agar fasilitas lapak juga bisa terpenuhi secara manusiawi tanpa menghilangkan protap kesehatan dimasa Covid-19 berupa jarak ideal phisycal distancing. (arl/fir)

Kabar Batu

Kunjungan Wisatawan Terjun Bebas, Target Pajak Pariwisata Dikoreksi

Diterbitkan

||

Oleh

Wisata Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Merosotnya jumlah kunjungan wisatawan di Kota Batu karena adanya pembatasan sosial dan kegiatan dimasa pandemi membuat BKAD (Badan Keuangan dan Aset Daerah) harus menurunkan target pajak dari sektor pariwisata.

Menurut Kepala Bidang Penagihan BKAD Kota Batu Ismail Hasan, dengan menurunkan target pajak tersebut merupakan langkah yang paling relevan walaupun sektor pariwisata menyumbang setengah PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kota Batu.

“Yang akan dikoreksi yakni target pajak dari hotel, restoran, dan hiburan. Ini sudah cukup realistis karena kunjungan wisatawan ke Kota Batu menurun secara drastis,” beber Ismail pada Minggu siang (20/09/2020).

Terlebih sejak Januari hingga saat ini, tercatat kunjungan wisatawan ke Kota Batu dari data Disparta (Dinas Pariwisata) hanya memiliki 1,1 Juta pengunjung.

Dijelaskan secara rinci, untuk pajak Hotel yang sebelumnya ditargetkan mencapai Rp. 39,5 milyar dikoreksi menjadi Rp. 15,2 milyar karena hingga saat ini hanya mencapai Rp. 12 milyar dari 122 objek.

Sedangkan untuk oajak restoran yang sebelumnya ditargetkan Rp. 20,3 miliar diturunkan menjadi Rp. 11,9 miliar karena hingga saat ini hanya terealisasi sekitar Rp. 7,4 miliar dari 252 objek.

“Untuk pajak hiburan seperti bioskop, karaoke, dan lainnya sebelumnya kami target Rp. 39,9 milyar. Namun tahun ini kami turunkan menjadi Rp. 15,4 milyar karena dari 60 objek saat ini masih terealisasi Rp. 11,2 milyar,” imbuhnya.

Sementara itu, ketika disinggung terkait permintaan PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Batu kepada pemkot untuk membebaskan pajak hingga akhir tahun 2020 nanti, Ismail mengaku saat ini pihaknya tengah mengkaji usulan tersebut lebih dalam. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Terguncang Pandemi, 17 Agenda FASI Batu Dibatalkan

Diterbitkan

||

Oleh

Paralayang Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – 17 Agenda Fasi (Federasi Aero Sport Indonesia) Kota Batu pada bulan Oktober depan dipastikan dibatalkan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua FASI Kota Batu, Benny Marcel ketika dikonfirmasi Kabarmalang.com pada Minggu siang (20/09/2020).

“Event regional harus kami batalkan. Untuk pertandingan terakhir yakni pada 2019 lalu event kejuaraan paralayang,” ungkapnya. Namun untuk kali ini, dipastikan bahwa event Kejurda Jatim yang digelar dalam minggu-minggu ini juga dibatalkan karena harus menuruti aturan dari pemerintah.

Lebih lanjut, Marcel mengungkapkan bahwa dalam event kejurda itu selalu dihelat pada bulan Oktober dan bertepatan dengan agenda ulang tahun Kota Batu. Event tersebut setidaknya menjadi ajang 80 atlet se Jatim untuk memperebutkan nomor akurasi paralayang.

“Tahun 2019 kemarin adalah tahun keempat. Untuk tahun kelima ini sepertinya memang tidak akan dihelat,” tegasnya.

Marcel berharap kedepannya ingin pandemi Covid-19 bisa segera usai sehingga atlet FASI Kota Batu bisa kembali unjuk gigi dan melakukan kegiatan seperti biasanya. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

18 Pengadaan Pemkot Batu Tuntas Dilelang

Diterbitkan

||

Oleh

Ilustrasi Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – 62 Paket pekerjaan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Kota tahun anggaran 2020 dan tercatat dalam RUP (Rencana Umum Pengadaan) oleh Unit Pelayanan Pengadaan hingga saat ini masih terealisasi 18 paket saja.

Pasalnya, kendala yang di alami oleh OPD rata-rata masih karena adanya dampak pandemi Covid-19 dan pergeseran anggaran yang mengharuskan paket tersebut mengalah demi penanganan Covid-19.

“Beberapa paket pekerjaan macet dan bahkan ada 12 paket yang harus mandeg (berhenti.red) total. 12 paket itu bernilai sekitar Rp.13 Miyar,” ungkap Kabag Layanan Pengadaan, Onny Ardianto pada Minggu pagi (20/09/2020).

Sementara itu, untuk 18 paket pekerjaan yang telah rampung bernilai sekitar Rp. 26,6 Miliar.

Dijelaskan lebih rinci, beberapa paket pekerjaan yang rampung dilelang diantaranya saprodi revitalisasi lahan pertanian di Dispertan dengan harga penawaran Rp. 320 juta dan pengadaan belanja bahan obat-obatan dan bahan medis di Dinkes Kota Batu senilai Rp. 359 juta.

Sedangkan dua paket pekerjaan milik DPKPP (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan) masih dilakukan peninjauan dokumen terkait detail spesifikasi teknis yakni paket pekerjaan pembangunan rolling door Pasar Sidomulyo dengan pagu anggaran Rp. 439 juta serta pekerjaan sarana prasarana Pasar Sayur dengan pagu anggaran Rp. 2 miliar.

“Untuk beberapa paket pekerjaan yang gagal seperti milik dari Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan berupa rehabilitasi gedung fasilitas layanan perpustakaan umum kota bernilai Rp 2 miliar dan lelang peningkatan jalan ruas Sumberejo-Songgokerto bernilai Rp. 1 milyar yang berada di DPUPR,” tuturnya.

Onny juga menambahkan saat ini pihaknya masih intens berkoordinasi agar OPD segera mengirimkan berkas lelang untuk menghindari molornya proses lelang dan berkorelasi secara inheren terhadap pelaksanaan pekerjaan sehingga ia berharap seluruh OPD bisa merampungkan berkas lelang hingga akhir September. (arl/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com