Connect with us

Kabar Batu

Merasa Kecewa, PKL Pasar Pagi Protes Masalah Relokasi

Published

on

IMG 20200817 204005
Rakor PKL Kota Batu dengan Kadiskoumdag dan Ketua DPRD Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Pedagang kaki lima (PKL) Pasar Pagi protes masalah relokasi. Para pedagang ini merasa kecewa dengan keputusan Diskoumdag (Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan) Kota Batu yang akan kembali memindah tempat mereka berdagang.

“Perjanjian awalnya itu di daerah gedung KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia),” terang Rubianto Ketua PKL Pasar Pagi.

Pasalnya, PKL pasar pagi yang beranggotakan 1.097 pedagang tersebut diwacanakan akan kembali direlokasi ke tempat yang berbeda sehingga menimbulkan penolakan dari para pedagang.

“Beberapa hari lalu, kami malah diwacanakan akan dipindah di sepanjang jalan Stadion Barat Kelurahan Sisir. Karena tempat relokasi pertama akan digunakan oleh HPP,” katanya.

Karena keputusan itulah, secara tegas pihaknya menolak karena dinilai tempat relokasi kedua memiliki lajur yang cukup miring. Sehingga tidak maksimal jika dilakukan aktifitas jual beli.

Tak hanya itu saja, lanjut Rubianto, ukuran yang diberikan kepada PKL juga dianggap kurang layak karena ukuran 1×1,5 atau 1×2 meter terkesan cukup kecil. Setidaknya butuh sekitar 2×2 meter per lapak.

Rubianto juga menambahkan, jika nantinya relokasi di daerah gedung KONI ini digunakan oleh HPP maka pihak PKL pasar pagi meminta untuk mengambil setengah jalan, dari Jalan Kembar di Jalan Sultan Agung.

Sementara itu Eko Suhartono, Kepala Diskoumdag Kota Batu membeberkan bahwa pihaknya masih akan terus memaksimalkan kawasan gedung KONI tersebut. Namun jika memang kawasan tersebut kurang maksimal maka pihaknya akan merambah ke sebagian Jalan Sultan Agung.

“Tapi masih akan kami bicarakan dengan Walikota Batu. Kami meminta kesadaran pedagang untuk mau bekerjasama dengan Pemkot Batu menjelang pembangunan Pasar Besar ini,” terangnya.

Eko Suhartono juga menyampaikan akan terus melakukan komunikasi dengan pedagang di Pasar, agar fasilitas lapak juga bisa terpenuhi secara manusiawi tanpa menghilangkan protap kesehatan dimasa Covid-19 berupa jarak ideal phisycal distancing. (arl/fir)

Advertisement

Terpopuler