Connect with us

Kabar Batu

30 Persen Lapak Tak Terjamah, Pasar Coban Talun Akan Ditata Ulang

Published

on

IMG 20200811 165211

KABARMALANG.COM – Pasar Coban Talun akan ditata ulang. Hal ini dilakukan karena dari 80 kios yang ada sekitar 30 persen lapak tidak terjamah oleh wisatawan yang datang.

Terkait hal tersebut Wakil Walikota Batu Punjul Santoso akan melakukan penataan ulang di pasar wisata tersebut baik dari kios, lapak, dan jalur keluar masuk. Setelah, ia melakukan peninjauan di wisata alam ini pada beberapa waktu lalu.

“Kunci utamanya memang setelah sampai di pintu masuk. Disana, tidak ada jalur pasti untuk pengunjung bisa turun menuju Coban Talun dari sebelah barat maupun timur,” ujarnya, Rabu (11/08/2020).

Oleh sebab itu, karena tidak adanya petunjuk arah maka membuat wisatawan cenderung mengambil jalur tercepat ketika hendak pergi ke spot air terjun maupun kembali ke pintu keluar masuk.

Lebih lanjut, orang nomor dua di Kota Batu itu berencana melakukan penataan ulang jalur wisata menuju Coban Talun karena dampak dari tidak adanya petunjuk arah tersebut yang harus ditaati para wisatawan membuat sekitar 30 persen kios pasar wisata mangkrak.

Selanjutnya, dia akan berkomunikasi dengan Dinas Pariwisata dan Kepala Desa Tulungrejo untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Bisa mencontoh wisata di Jatim Park, karena disana ada petunjuk arah sehingga semua spot jelas terlewati,” tambahnya. Terlebih, menurutnya wisata alam Coban Talun adalah salah satu alternatif yang cukup diminati oleh wisatawan.

Sementara itu, Sutrisno salah satu pedagang di pasar wisata tersebut membeberkan bahwa banyaknya kios yang kosong tersebut selain karena jarang dilewati wisatawan, juga karena pemilik kios lebih memilih menjadi pedagang asongan. Oleh sebab itu banyaknya pedagang asongan tersebut dianggap cenderung mempengaruhi kenyamanan pengunjung.

“Terkadang memang ada beberapa pengunjung yang mengeluh ke pedagang terkait adanya penjual asongan. Kalau misalkan jalur keluar masuk ditata sedemikian rupa pedagang asongan akan kembali berdagang ke kiosnya,” ujarnya.

Sutrisno, juga tidak keberatan jika nantinya pedagang pasar diminta untuk membayar retribusi karena selama ini pedagang memang hanya ditarik uang kebersihan 10 ribu per bulan. (arl/fir)

Advertisement

Terpopuler